Dosen UM Raih Habibie Award

MALANG - Dosen Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Effendy PhD meraih Habibie Award 2012  dari Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM IPTEK). Penghargaan bergengsi ini menjadi penghargaan pertama yang dimenangkan oleh dosen dari Kota Malang.
Tidak banyak yang bisa lolos seleksi apalagi mendapatkan penghargaan tertinggi untuk ilmuwan di Indonesia, sebab persyaratannya sangat berat. Salah satunya adalah kwantitas publikasi tulisan pada jurnal internasional. “Penghargaan ini memacu saya untuk terus menulis dan tidak pernah berhenti berkarya,” ungkap Effendy ditemui di ruang kerjanya.
Atas prestasi ini dosen Kimia Fakultas MIPA UM ini berhak mendapatkan hadiah medali emas dan uang tunai 25.000 Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 240 Juta. Penghargaan diserahkan oleh Mantan Wapres Habibie, Ketua Dewan Pengurus Yayasan SDM IPTEK Wardiman Djojonegoro, Mantan Menristek, mantan Mendikbud dan sejumlah tokoh besar lainnya.
Anugerah habibie Award dibagi dalam lima kategori, namun tahun ini hanya ada dua kategori yang dianggap layak diperebutkan oleh peserta. Yaitu kategori kedokteran yang diraih guru besar UI dan kategori ilmu dasar yang dimemangkan Effendi. Gambaran ini menjadi bukti betapa sangat ketat seleksinya. Jika memang di tiap kategori dipandang belum ada yang layak maka penghargaan tidak akan diberikan.
Penghargaan bidang ilmu dasar ini memang layak diperoleh dosen yang juga dipercaya membina sejumlah sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) itu.  Dalam bidang penulisan karya ilmiah di jurnal terakreditasi internasional misalnya, sedikitnya ada 79 tulisan. Sebuah karya yang luar biasa karena tidak semua guru besar bisa menembus publikasi internasional.
Ia mengakui, penghargaan Habibie Award menjadi salah satu incarannya. Namun ia tak mau terburu-buru dan menunggu momen yang pas untuk mendaftar sebagai nominatornya. Dan tahun ini impiannya untuk menggenggam medali bergambar wajah habibie itu akhirnya terwujud. Kebanggaan dan kegembiraan tak hanya dirasakannya tapi juga seluruh keluarga besar UM. Berbagai spanduk marak dipasang di kampus sebagai bentuk ucapan selamat atas prestasi luar biasa itu.
Produktivitas Effendy yang dipaparkan dihadapan juri diantaranya adalah Sampai saat ini telah berhasil disintesis lebih dari 700 senyawa baru. Hasil-hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal internasional. Co author dari artikel jurnal adalah semua dosen yang terlibat dalam kegiatan penelitian. Sampai saat ini telah diplubikasi sebanyak 629 senyawa koordinasi dalam 79 artikel jurnal-jurnal internasional. Data senyawa koordinasi yang telah diterbitkan tercantum dalam Cambridge Structural Database, 1 Januari 2012.
Satu-satunya ilmuwan Indonesia yang masuk dalam data based Cambridge Structural Databased (CSD). 79 Artikel yang  ditulisnya telah diterbitkan di jurnal internasional diantaranya 14 Artikel di Dalton Transactions (UK), 7 Artikel di Zeitschrift für     Anorganische und     Allgemeine Chemie (Germany), 1 Artikel di Zeitschrift fur     Naturforschung     (Germany), 7 Artikel di Inorganic Chemistry (USA), 29 Artikel di Inorganica Chimica     Acta (Italy), 1 Artikel di Journal of Physical Chemistry     (USA, 17 Artikel di Australian Journal of     Chemistry (Australia), 2 Artikel di Inorganic Chemistry Communication (Italy, 1 Artikel di Journal of Inclusion Phenomena and Macrocyclic ChemistryThe Nederland).
Kegiatan lain adalah menulis buku-buku kimia baik untuk perguruan tinggi maupun untuk Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tingkat SMA.
Penghargaan internasional yang telah diperoleh adalah dimasukkannya namanya dalam “International Directory of Distinguished Leadership”, American Biographical Institute (ABI), Inc. Tahun 2001, memperoleh Gold Medal for Indonesia, American Biographical Institute, Inc. USA. Tahun 2006, dimasukkannya namanya dalam “2000 Outstanding Intellectuals of the 21st Century”, International Biographical Centre (IBC), Cambridge, UK. Tahun 2006, merupakan “One of Six Indonesian Leading Scientists” tahun 2008. (oci/adv/eno)