Biaya Kuliah PTN Tergantung BOPTN

MALANG - Biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2013 mendatang akan sangat bergantung pada besaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Karena itu mahal atau tidaknya biaya kuliah tahun depan belum bisa dipastikan oleh tiap-tiap PTN.
Menurut Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr H Suparno, saat ini masing-masing perguruan tinggi sedang menghitung berapa biaya operasional pada tiap prodi.
”Sudah dilakukan perhitungan riil per prodi untuk mengetahui berapa kebutuhan masing-masing,” ungkap Suparno.
Ia menjelaskan perhitungan ini dilakukan untuk bahan pertimbangan pemerintah menentukan besaran uang kuliah tunggal (UKT). Sebab pencairan UKT pada 2013 mendatang harus berdasarkan kebutuhan pembiayaan per prodi.
UM adalah salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menerapkan kebijakan UKT ini. Dimana tidak ada lagi sumbangan pengembangan sarana pendidikan (SPSP) atau uang gedung yang dikenakan kepada mahasiswa. Mahasiswa yang diterima UM tahun ini hanya membayar uang SPP yang besarannya sekitar Rp 1,5 Juta sampai Rp 2 Juta. Hanya saja Suparno belum bisa memastikan apakah besaran SPP tahun depan sama dengan tahun ini.
”Kita tunggu saja berapa BOPTN yang akan diberikan kepada UM, karena UM memelopori UKT bisa jadi BOPTN nya bisa dicairkan lebih besar,” ujarnya.
Tahun ini BOPTN yang diterima UM sebesar Rp 38 Miliar. Hanya saja pencairannya mengalami keterlambatan sehingga baru bisa dipergunakan November lalu. Karena pencairan yang terlambat inilah menurut Suparno sedikitnya 50 persen dana tidak bisa dicairkan. Akibatnya sejumlah bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan menjadi terhambat.
”Rektorat dan beberapa gedung lainnya terpaksa berhenti dulu menunggu dana turun lagi,” kata dia.
Gedung rektorat ini awalnya ditargetkan rampung pada 2014. Dengan perkiraan biaya sekitar Rp 140 Miliar. Sampai saat ini dana yang dikelola baru mencapai Rp 30 Miliar.
Ia menjelaskan biaya operasional perguruan tinggi nantinya akan ditanggung dua sumber. Yaitu dari mahasiswa dan juga pemerintah melalui BOPTN. Biaya yang ditanggung mahasiswa akan sangat tergantung dari bantuan yang dikucurkan pemerintah. Perhitungan sementara yang dilakukan UM adalah kebutuhan operasional per prodi diusulkan sebesar Rp 3,5 Juta sampai Rp 6 Juta per semester.(oci/eno)