Empat Kandidat Ramaikan Bursa Pilrek UIN Maliki

MALANG - UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) mengantongi empat nama yang akan meramaikan bursa bakal calon rektor periode 2013-2017. Empat nama tersebut adalah Pembantu Rektor 1 UIN Maliki, Prof Dr H Mudjia Raharja, Dr Mufidah, Prof Dr Baharudin dan Dr Farid Hasyim. Tidak mudah mendapatkan empat kandidat pemilihan rektor (Pilrek) UIN Maliki karena sampai batas waktu pendaftaran kuotanya tidak terpenuhi.
“Sebenarnya pendaftaran bakal calon ini sudah ditutup Senin (3/12) lalu, tapi karena pendaftarnya kurang maka diperpanjang sampai hari ini (kemarin),” ungkap Ketua Panitia Pilrek UIN Maliki, Dr H Moh. Mujab kepada Malang Post.
Selain menyosialisasikan pilrek kepada warga UIN Maliki, sebenarnya panitia juga sudah mengirimkan pemberitahuan kepada perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) lainnya. Sebab tidak menutup kemungkinan dosen dari luar kampus meramaikan bursa Pilrek di UIN Maliki.
Sesuai ketentuan dalam Pilrek tahun ini, bahwa untuk proses penjaringan bakal calon rektor minimal harus ada empat pendaftar. Dengan sejumlah syarat yang sudah ditentukan di antaranya bergelar minimal lektor kepala dan golongan 4C.
Karena hanya dua orang yang mendaftar maka senat universitas menggelar rapat dan memutuskan dilakukan perpanjangan pendaftaran. Dan hingga batas waktu penutupan pendaftaran kemarin ada empat nama yang resmi masuk bursa.
Panitia pun bergerak cepat melakukan seleksi administrasi kemarin. Rencananya pemaparan visi misi bakal calon akan dilaksanakan pada 14-15 Desember mendatang. Dan selanjutnya pada 17 Desember dilaksanakan pertimbangan di tingkat senat. Pertimbangan ini akan menentukan tiga nama yang akan diserahkan kepada kementrian agama RI.
”Menteri yang akan memutuskan siapa yang berhak memimpin UIN Maliki ke depan,” bebernya.
Dosen Pascasarjana UIN Maliki ini membeberkan tugas kepanitiaan rampung setelah nama-nama calon rektor diserahkan kepada menteri. Rencana pelantikan akan ditangani langsung oleh senat universitas sampai batas masa jabatan rektor Prof Dr H Imam Suprayogo habis Februari 2013 mendatang.(oci/eno)