Malang Post

Menggebrak Lewat Sahabat Bumi

Share
MALANG – Sejak diprogram menjadi sekolah Adiwiyata awal 2013 lalu, SMPN 9 langsung mengadakan perubahan cepat. Salah satunya membuat slogan SMPN 9 Sahabat Bumi. “Kita sedang menuju sekolah Adiwiyata tingkat kota di bawah binaan SMKN 1 Kota Malang dan di awal 2013 kita langsung menggebrak dengan berbagai persiapan, salah satunya ya slogan itu,“ ungkap Wakil Kepala SMPN 9 Urusan Humas, Comy Chandra, S.Pd kepada Malang Post kemarin.
Menurut Comy, keberadaan slogan tersebut menjadi bukti bahwa pihaknya sungguh-sungguh dalam memprogram sekolah Adiwiyata. Secara pendidikan, ia juga ingin membentuk siswa yang peduli pada lingkungan hidup, minimal peduli pada kebersihan kelasnya masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan.
Mulai awal 2013 pihaknya juga mengintegrasikan kurikulum pendidikan yang ada di sekolahnya dengan kurikulum berbasis lingkungan hidup. Dalam beberapa kesempatan, peserta didiknya sudah mulai mengenyam materi pembelajaran yang berwawasan lingkungan.
“Sebelumnya, anak-anak sudah biasa membuang sampah sembarangan, tapi beberapa minggu terakhir ini mereka sudah mulai sadar dan paham untuk menjaga lingkungan,“ ujarnya.
Bukan hanya perubahan kesadaran dan sikap siswa yang baru, semua desain taman dan halaman sekolah masih baru dimulai sejak awal bulan Pebruari lalu.
Mulai dari keberadaan kolam di tengah halaman sekolah, berbagai macam bunga dan tanaman hingga pada slogan-slogan pembangkit motivasi belajar siswa yang ditempel di setiap dinding dan taman. Sesuai dengan slogan sekolahnya yang selalu didengungkan, pihak sekolah ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi memiliki dasar iman dan takwa yang kuat serta berwawasan lingkungan.
“Input siswa di sini kan berasal dari keluarga yang standar, jadi mungkin mereka masih terbawa kebiasaan di rumah sehingga sampai di sekolah kami perlu dan wajib merubah mental dan sikap yang kurang baik itu,“ terang pria yang mengajar bahasa Indonesia itu.
Saat ini, bentuk lambang dari slogan tersebut sudah dipasang di beberapa jalan stategis di area sekolahnya. Menurut Comy, lambang dari slogannya itu terdiri dari daun hijau yang melambangkan bahwa tumbuh-tumbuhan dan tanaman bisa hidup sehat di sekolahnya.  Kemudian diantara daun ada gambar bumi yang berarti mencinta perdamaian. “Bumi harus dikelola dengan baik, begitu pula sekolah juga harus dikelola dengan baik agar siswa bisa belajar dengan nyaman,” tambahnya.
Ia melanjutkan, di bawah gambar tersebut ada pita bertuliskan Wiwara Dwija Wiyata Utama. Dengan merujuk pada tulisan itu, pihaknya ingin siswa menjadi satria utama yang unggul dan berkualitas di sekolah tersebut.
Comy menyadari upayanya untuk menjadikan siswa yang berkualitas seperti sekolah-sekolah ugulan lainnya perlu usaha tinggi untuk mencapainya. Karena itu, walaupun secara akademik peserta didiknya masih biasa-biasa saja, tapi ia selalu berupaya untuk terus meningkatkan mutu lulusannya.
“Dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain kita sangat sulit untuk menembus peringkat tiga besar, kita selalu langganan sepuluh besar, tapi hal itu menjadi motivasi sekolah untuk selalu memperbaiki pelayanan dan mutu siswa,” tandasnya.(tif/eno)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.