Ajak Anak Cintai Dunia Kemaritiman


ANTUSIAS: Siswa-siswi SD yang sedang belajar memahami dan mengenali biota laut di laboratorium FPK UNAIR. (Foto ist)

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI bersama Asosiasi Mitra Bahari Indonesia (AMBIN), dan Konsorsium Mitra Bahari (KMB) Regional Center Jawa Timur bekerjasama dengan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Program Pengenalan Wawasan Kemaritiman untuk Anak Indonesia (PPWK-AI) 2016. Acara ini dilaksanakan di kampus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR di Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya. Selain itu pada hari kedua, Selasa (2/8) akan dilaksanakan Ekowisata Mangrove di kawasan wisata Wonorejo.
Ketua panitia PPWK-AI 2016, Drs. Ambar Kristanto menyatakan, kegiatan yang diikuti 100 siswa SD tersebut bertujuan untuk mengenalkan sejak dini dunia kemaritiman kepada generasi masa depan bangsa.
“Dengan kegiatan ini kami berharap bisa memotivasi anak-anak Indonesia agar kenal dan paham wawasan tentang kemaritiman. Selain itu bisa mencintai laut dan ikut melestarikannya,” katanya dirilis Humas Unair.
Warek III UNAIR Prof. Amin Alamsyah juga mengatakan senada bahwa sebagai negara maritim maka pemahaman atau rasa mencintai dunia maritim bagi anak-anak harus ditumbuhkan sedemikian besar. Jika tidak maka kedepannya bisa mengecewakan. Bagi Prof. Amin, potensi SDA Indonesia itu sangat luar biasa, di negara maju hal seperti ini sudah digalakkan sejak lama.
“Dengan adanya KMB dan Kemenko Maritim bersama UNAIR, ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena ini merupakan suatu aktivitas untuk tataran Indonesia. Kedepan saya berharap bisa memberikan pandangan kepada anak-anak kita, dengan eksplorasi laut semaksimal mungkin,” katanya.
Sekjen AMBIN Sam Littik, Ph.D., menuturkan bahwa kegiatan PPWK-AI sudah disusun sejak lama. Pada jenjang SMP dan SMA program ini sudah berjalan, kali ini AMBIN dengan dukungan banyak pihak termasuk UNAIR, turut menggalakkan program serupa di jenjang SD.
”Jatim kami pilih untuk memulai acara ini, dengan ini pula saya harap bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” tegasnya.
Ketua KMB Jatim, Prof. Dr. Sri Subekti, BS. drh., DEA., menuturkan, tujuan diselenggarakannya acara kali perdana ini untuk membangun sejak dini budaya maritim kepada anak-anak. Selain mengenali dunia maritim anak-anak diharapkan bisa memahami SDA yang ada di laut.
“Jadi anak-anak bisa lebih tahu beragam biota laut. Di laut kan tidak hanya ikan, tetapi ada rumput laut, karang dan sebagainya,” terang mantan dekan FPK UNAIR ini seraya berharap setelah acara ini peserta bisa menularkan kepada orang lain.
“Kami pilih perwakilan sekolah yang ada di kota, karena mereka kemungkinan tidak begitu paham dengan kelautan, dan setelah ini bisa dikenalkan ke teman-temannya,” jelasnya.
Rencannya acara seperti ini akan diadakan setiap tahun dengan lokasi berbeda, baik di kota dan di kabupaten. Sumarlin, guru SD Hang Tuah menuturkan, kelak akan menjalin kerja sama dengan FPK UNAIR untuk menjadi mitra pendidikan kemaritiman bagi anak didiknya.
“Kami ini kan sekolah di yayasan yang berkecimpung dengan maritim, jadi perlu mendalami tentang kemaritiman,” jelasnya. (oci)