Belajar Cinta Lingkungan dari Semar dan Gatotkaca

MALANG – SDN Rampal Celakert 1 melakukan pembelajaran penanaman karakter dengan mengunakan metode gunungan dalam pelajaran Bahasa Jawa. Metode gunungan dilakukan dengan memainkan drama untuk memainkan karakter wayang. Ninis Widyowati S.Pd guru pembina metode gunungan menuturkan, tokoh Semar dan Gatotkaca dilakonkan oleh siswa dalam kegiatan ini. Dua tokoh tersebut akan menjadi teladan siswa dalam hal lingkungan hidup. ”Karakter Semar digunakan karena menjelaskan tentang karakternya yang tidak mempedulikan kebersihan lingkungan. Tujuannya agar siswa peduli lingkungan,” ujarnya. Ketidakpedulian Semar pada lingkungan ini menurutnya akan menjadi stimulan negative dan kemudian menjadi pembelajaran bagi siswa. Ia berpendapat, untuk memberikan penyadaran bukan saja perlu diberikan contoh karakter positif agar anak-anak meniru, namun stimulant negatif juga dibutuhkan. Sementara itu, karakter positif yang digunakan untuk memberikan contoh dan teladan adalah Gatotkaca. Gatotkaca mempunyai karakter kuat dan bisa terbang di udara. ”Otot kawat balung besi, itulah filosofi yang dipunyai dari Gatotkaca,” jelas Ninis. Ninis menjelaskan, ketika melakonkan Semar, anak-anak memainkan kejorokannya yang tidak peduli pada lingkungan. Selanjutnya, anak-anak disuruh menganalisa bagaimana seharusnya, mereka juga akan tau akibat-akibat perbuatan tersebut. Ia mengatakan, dua tokoh utama ini menurutnya mempunyai peran yang sangat penting terhadap lingkungan sosial siswa. “Karena kita tinggal di tanah Jawa, jadi penanaman karakter harus dibentuk dengan metode sesuai kebudayaan kita,” ungkap Ninis.(mgb)