Belajar dari pejuang RI


TELADAN: Siswa TKIS belajar dari pejuang RI, Samirin yang diundang ke sekolah.

MALANG - Kisah pejuang tanah air menjadi pembelajaran yang menarik bagi sejumlah siswa TK Islam Sabilillah. Samirin, pejuang yang pernah berperang di wilayah Blitar mengisahkan beratnya mengusir penjajah.
Para siswa tampak mendengarkan kisah dengan seksama dan  antusias. Mereka sesekali bertanya, sementara Samirin yang sudah berusia hampir 88 tahun sesekali pula meneriakkan “Merdeka!”  yang dengan penuh semangat ditirukan anak-anak.
“Jangan suka mengambil sesuatu yang bukan haknya seperti penjajah yang berusaha merebut Indonesia, harus ingat selalu kepada Allah yang Maha Esa,  raih cita-cita dan tetap mencintai Indonesia,” pesannya kepada anak-anak seperti dirilis Humas LPI Sabilillah.
Ia juga memberi amanat kewajiban atau tugas yang harus dilakukan anak anak hingga dewasa nanti. Yaitu, jaga dan hormati bendera merah putih, selalu bersatu menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga Sumpah Pemuda, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, proklamasi serta gelorakan semangat perjuangan Indonesia.
“Mari kita hargai perjuangan para pahlawan bangsa, serta menanamkan kepedulian dan rasa cinta tanah air untuk anak-anak sejak dini, jika bukan kita bangsa Indonesia siapa lagi yang akan menghargai pahlawan bangsa,” pesannya.
Acara ini mengusung tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Wujudkan Anak-Anak yang Cerdas, Ceria, Berkarakter, Cinta Bangsa dan Negara”. Siswa yang dilibatkan adalah kelompok TK B.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi dan menanamkan karakter cinta bangsa dan negara pada siswa sejak usia dini. Mendengarkan kisah perjuangan langsung dari pelaku sejarah kemerdekaan Indonesia dapat membuat pembelajaran lebih hidup dan menumbuhkan semangat belajar anak,” ungkap Ana Maslicha, S.Pd, Kepala TK Islam Sabilillah Malang. (oci)