Bentuk Karakter dari Sekolah Berbasis Islam


FAVORIT: Masyarakat memiliki kepercayaan yang cukup tinggi terhadap sekolah basic Islam. (Foto Dok Malang Post)

MALANG – Sekolah Swasta dengan basic islam rupanya masih menjadi pilihan para orangtua untuk menyekolahkan anaknya.  Dengan alasan, pentingnya ilmu agama untuk menjadi landasan pendidikan.
Di SMA Islam Sabilillah misalnya, sekolah yang baru berdiri pada 2014 ini telah berhasil memenuhi pagu yang ditentukan, bahkan sudah melebihi kuota.
“Pagu kita 131 untuk 4 kelas, dan terbukti pendaftar sudah sekitar 200 lebih,” ujar Kepala SMA Islam Sabilillah, Ali Afandi, M.Pd.
Ia pun sempat terkejut, dengan status yang baru berdiri sudah menghasilkan pendaftar melebihi pagu yang telah ditentukan.
“Saya juga sempat tidak menyangka, karena sekolah kami baru akan mengeluarkan alumni tahun depan, namun orangtua sudah mempercayakan kami untuk mendidik anak mereka,” tandas Ali.
Kepercayaan orangtua kepada SMA Islam ditunjukkan dengan mendaftarkan anaknya untuk belajar di sekolah ini. Seperti yang dilakukan oleh Heriani, salah satu orangtua pendaftar yang mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di SMA ini.
“Bukan karena tidak diterima di sekolah negeri, tapi memang karena saya niat menyekolahkan anak saya di sini,” ujar Heriani.
Ia mengatakan, sekolah islam swasta dirasa memiliki kualitas yang tidak kalah dengan sekolah negeri. Namun baginya akademis saja tidak cukup, sebagai orangtua ia mengaku ingin mendidik anaknya agar mempunyai akhlak yang baik.
SMP Islam Ma’arif 02 sukun juga dijadikan sebagai rujukan orangtua untuk menyekolahkan anak mereka.
“Sudah ratusan formulir yang keluar dan ini menunjukkan antusiasme warga untuk mendaftar di sekolah ini,” ujar Kepala SMP Ma’arif 02 Malang, Moh Barmin, M.pd.
Ia memaparkan, walaupun berstatus swasta namun akreditasi setara negeri dan program keagamaan yang dirasa membuat orang tua memilih sekolah islam ini untuk mendidik anaknya.
Moh. Gufron, warga asal Sukun ini mengaku, sengaja mendaftarkan anaknya ke SMP Ma’arif 02 dengan tujuan untuk memberikan bekal dan pengetahuan tentang agama.
“Zaman sekarang, anak penting belajar dan dididik soal agama,” ujar Gufron.
Ia pun mengaku, dengan minimnya waktu yang dipunyai orangtua untuk mendidik anaknya, pilihan tepat adalah memilihkan sekolah dengan basic agama. (mgb/oci)