Binus Malang Kembangkan Teknologi Kreatif


GRAND OPENING: Penyerahan tumpeng oleh Ketua Yayasan BINUS, Ir. Bernard Gunawan, kepada Rektor BINUS Malang, Dr. Ir. Boto Simatupang, MBP. (HUMAS BINUS/ Malang Post)

MALANG - Semakin bertambahnya instansi pendidikan tinggi, semakin memperkuat citra Kota Malang sebagai kota pendidikan. Grand opening Binus University Malang, kemarin, menambah deretan daftar perguruan tinggi di Kota Malang.
Kampus yang terletak di kawasan Araya itu baru mendapatkan izin aktif kegiatan perkuliahan dari Kemenristek- Dikti, pada tanggal 20 Juli 2016 lalu. Setelah izin turun, pihak Binus University Malang langsung membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan target 80 orang, untuk dua kelas yakni Teknik Informatika dan Kewirausahaan.
Wakil Rektor 2 Binus University Malang, Rudy, S.Kom, MM mengatakan, Kota Malang dipilih pihak yayasan karena suasana yang kondusif dan lingkungan dinilai baik untuk proses belajar mengajar.
“Selain itu, ini buah pemikiran dari pemimpin yayasan yang dulunya pernah sekolah di Kota Malang,” ungkapnya.
Selain itu, Rudy mengungkapkan, sebenarnya ada enam jurusan yang terdapat di Binus. Namun, untuk tahun ajaran baru ini, pihak kampus masih fokus pada dua jurusan tersebut.
Enam jurusan yang disebutkan adalah Teknik Informatika, Kewirausahaan, Desain Komunikasi Visual, Hubungan Masyarakat, Ilmu Komunikasi dan Desain Interior. Kampus yang fokus pada teknologi kreatif ini mulai melangsungkan perkuliahan pada bulan September 2016 mendatang.
Sesuai dengan aturan Kemenristek-Dikti, saat ini dosen yang siap mengajar di Binus University Malang berjumlah dua belas orang, dari standard ketetapan awal yakni sebanyak enam dosen. Meski standar mutu Binus Malang akan dibuat sama dengan Binus di DKI Jakarta, Rudy memaparkan ada beberapa perbedaan yang menjadi ciri khas dua kampus tersebut.
“Sistem pembelajaran dan pembangunan dosen sama saja. Kurikulum juga sama. Cuman kalau di sini lebih konsentrasi pada teknologi kreatif,” tukasnya.
Mewakili yayasan, Rudy menyebutkan apabila mutu dan kualitas pendidikan Binus University Malang akan dibuat sama dengan kampus Binus yang berada di DKI Jakarta. Dosen Binus terus difasilitasi untuk mengembangkan diri dengan mempelajari metode pembelajaran dan juga meningkatkan kualitas pendidikan, dengan mengambil jenjang study lebih tinggi.
“Kalau riset, mengajar, mengabdi kepada masyarakat itu wajib. Tapi ada lagi yang kita terapkan ke dosen yaitu mengembangkan diri, bagaimana nanti kalau ketemu mahasiswa, bagaimana penyampaian materi,” pungkasnya. (nia/oci)