Budayakan Gemar Membaca, Ajak Siswa Menulis

MALANG – SMAN 1 Lawang membukukan karya siswanya untuk membudayakan literasi sekolah dengan tema menuju generasi emas. Sekolah juga telah bekerja sama dengan sebuah perusahaan penerbit untuk mewujudkan hal ini. Supa’at I. Lathief Kasek Smanela menjelaskan, membuat sebuah karya tulis wajib bagi setiap siswa untuk dijadikan buku. Untuk nantinya dikonsumsi siswa dan bisa juga dijadikan bahan ajar jika memang diperlukan. Membukukan selama satu semester untuk dibaca dan dirangkum nantinya sebagai sarana pembelajaran di luar jam sekolah. “Buku bebas, diutamakan kebangsaan, untuk motivasi dan buku-buku fiksi lainnya,” jelas Supa’at. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyadaran dan pemahama tentang apa itu budaya literasi. “Untuk menerbitkan buku siswa harus benar-benar mempunyai karya, mereka bisa menulis tentu dari membaca,” ungkap Supa’at. Selain itu juga untuk melatih siswa agar bisa bertanggung jawab untuk menghasilkan sebuah karya berupa tulisan. Karena setelah membaca buku kemudian dirangkum dan dilaporkan, setiap siswa wajib untuk bisa menuliskan kembali buku yang telah ia baca. “Dalam hal ini, siswa diajarkan untuk bisa menulis,” ungkapnya. Karya tulis bagi siswa bebas, namun tidak jauh-jauh dari karya sastra berjenis puisi atau cerpen. Sementara beberapa waktu lalu, SMAN 1 Lawang mendeklarasikan komitmen gerakan budaya baca dan literasi sekolah pada acara sosialisasi budaya literasi yang diadakan di aula (30/9/16). Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh siswa, komite dan sekolah sekitar. SMAN 1 Lawang sudah sejak tahun ajaran baru ini akan terus membudayakan literasi sekolah, bukan sekadar membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai namun juga aksi-aksi lain yang menunjukkan upaya serius untuk mewujudkan tujuan kedepan budaya baca dan tulis. (mgb/oci)