Canangkan Bebas Buta Huruf Alquran

MALANG – SMPN 8 Malang menargetkan seluruh siswanya bisa membaca Alquran. Untuk itu, ada program menarik yang dicanangkan di sekolah tersebut. Yakni Program Bebas Buta Huruf Alquran. Karena mayoritas siswa beragama Islam, sekolah menggandeng sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang keagamaan untuk menyukseskan program tersebut. “Saya memang menerapkan budaya religius untuk memberikan pendidikan budi pekerti kepada siswa, karena landasan pendidikan budi pekerti harus berawal dari agama,” ujar Drs. Dasuki, MM., Kepala SMPN 8 Malang. Program bebas buta huruf Alquran ini dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Pelaksanaannya di luar jam pelajaran, namun dijadikan indikator penilaian agama. Dasuki menjelaskan, program pembinaan karakter dimulai setiap hari dengan pembiasaan. Dimulai dengan mewajibkan siswa untuk salat berjamaah, baik sunnah ataupun wajib. Untuk pemantauannya, ada laporan tertulis yang juga mempengaruhi nilai. Hal tersebut juga berlaku bagi pemeluk agama lain yang non muslim. Dasuki mengatakan, pembiasaan untuk membudidayakan sikap religius dalam proses pembentukan karakter sangatlah penting. Menurutnya agama memang harus menjadi yang pertama dikenalkan, dibiasakan serta diterapkan untuk kebutuhan perilaku dan sikap siswa. “Pancasila pertama tentang agama, motto kita dan semboyan SMPN 8 juga yang pertama tentang taat beragama, jadi kita harus konsisten akan hal itu,” jelasnya. Dasuki berharap, target tersebut bisa dicapai sebelum purna tugas. Walaupun masih ada kendala dalam pelaksanaannya. “Sebelum masa bakti saya habis, saya tetap optimis untuk mewujudkan karakter dan sikap perilaku religius kepada siswa saya, dan harapan saya ketika masa abdi saya berakhir pada september nanti, sedikit demi sedikit bisa membiasakan kepada siswa secara keseluruhan, “ tutupnya. (mgb/oci)