Desertasi Carok Antarkan Haris Thofly Raih Doktor

MALANG - Desertasi berjudul ‘’Penanggulangan Kejahatan Carok pada Masyarakat Madura dengan Pendekatan Abolisionistik dalam Prespektif Kriminologi’’ berhasil mengantarakan Haris Tholfy SH M Hum meraih gelar doctor di Universitas Brawijaya, Jumat (12/8) kemarin. Bahkan Haris Thofly yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meraih predikat Cum Laude dengan nilai IPK 3,93.
Di hadapan majelis penguji, Haris Thofly menyampaikan ringkasan desertasi selama 15 menit serta dilanjutkan tanya jawab dari tim penguji yang memakan waktu hampir 120 menit.
Tim penguji yakni Promotor Prof Dr Sudarsono SH MS, Ko Promotor Prof Masruchin Ruba’i SH MS, Prof Dr Koesno Adi SH MS. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Dr Bambang Sugiri SH MS, Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, Dr Ismail Navianto SH MH, Dr Abdul Rahman Budiono SH MH, serta penguji tamu dari Universitas Negeri Malang yang juga Rektor Universitas Wisnuwardhana Prof Dr Suko Wiyono SH MH.
Dalam ringkasan, Haris menyampaikan konsep kejahatan carok yang ada di Kabupaten Sampang, Madura. Carok merupakan perbuatan kejahatan karena carok memenuhi unsur-unsur disebut sebagai kejahatan. Carok dilakukan dengan niat buruk yang berakibat merugikan orang lain atau mengakibatkan kematian.
‘’Artinya carok dapat dikatakan sebagai kejahatan baik dalam pengertian secara yuridis maupun pengertian sosiologis,’’ jelasnya.
Disertasi disampaikan Haris Thofly ini mendapat pujian dari seluruh tim penguji. Bahkan hampir seluruh tim penguji, jauh-jauh hari terus memberi semangat kepada pria kelahiran Sampang 13 Juli 1967 ini untuk segera menyelesaikan desertasinya. Maklum, di tengah kesibukannya mengurusi sepak bola, sekolah S3 yang ditempuhnya sempat molor beberapa tahun.
 ‘’Saya ucapkan terima kasih kepada para tim penguji yang telah memberikan semangat, bahkan jika bertemu selalu menanyakan desertasi saya,’’ kata pria yang juga PNS ini.
Karena terharunya setelah dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan, pria yang juga tokoh sepakbola Malang Raya ini tak kuasa meneteskan air matanya. Terutama saat menyebut kedua orang tuanya yang jauh-jauh dari Madura ikut hadir di ujian ini.
‘’Terima kasih sekali kepada orang tua saya yang telah menyekolahkan saya. Berkat beliau saya bisa sekolah sampai S3. Alhamdulillah saya bisa masuk Universitas Brawijaya saat itu dan bisa menyelesaikan hingga S3,’’ katanya.
Selain di damping keluarganya, Haris Thofly juga mendapat dukungan dari pihak kampus UMM melalui perwakilannya yang hadir. Bahkan warga di kampungnya mulai RT, Sekretaris RW hingga pihak keamaan juga ikut hadir memberikan support.
Begitupula pecinta sepak bola Malang Raya juga hadir ikut memberikan dukungan diantaranya Wakil Ketua PSSI Kabupaten Malang Slamet Suyono, yang juga akan menyelesaikan gelar doctor dalam waktu dekat ini. Pengurus Forum Sekolah Sepak Bola Malang Raya (FORSSMARA)  juga hadir memberikan semangat.(jon)