Di SMKN 5, Pulang Sekolah Wajib Bayar Tiket


MALANG - Di SMKN 5 Malang, siswa yang pulang sekolah harus bayar tiket terlebih dulu. Tiketnya berupa sampah non organik seperti sampah plastik, kertas, kaleng dan sebagainya.
”Ini ibaratnya tiket untuk mereka bisa pulang, masing-masing harus mengumpulkan sampah sebagai syarat untuk bisa keluar dari gerbang sekolah,” ujar Wahyu Andreas, S.Kom, M.Pd, Humas SMKN 5 sekaligus pencetus ide inovasi tiket sampah.
Berkat ide kreatif inilah, sekolah ini berhasil masuk penilaian 10 besar lomba pembentukan karakter bangsa yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Tujuan dari tiket sampah adalah untuk mendidik sikap moral siswa yang suka membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Program tiket sampah ini, lanjutnya diharapkan mampu menciptakan dan menumbuhkan karakter siswa yang peduli lingkungan dan sosial. Wahyu menjelaskan lebih lanjut untuk penerapan tiket sampah adalah dilaksanakan setiap hari ketika siswa pulang.
Tak hanya berhenti sampai di situ, sekolah juga sudah menyiapkan alur untuk pemanfaatan sampah tersebut. Sampah dikumpulkan oleh tim khusus yang mengelola, kemudian bisa langsung disetorkan ke Bank Sampah Kota Malang, dan selanjutnya akan dibuat untuk bakti sosial kemasyarakatan.
“Selain cara itu, ada pula cara lain yang justru bisa menguntungkan bagi siswa, adalah sampah yang dikumpulkan didaur ulang oleh siswa melalui kegiatan belajar yang hasilnya berupa kerajinan tangan kreatif untuk jurusan tata busana,” ujar Wahyu lagi.
Ia membocorkan hasil penilaian tim juri, yang menyatakan jika hasil inovasi pembentukan karakter SMKN 5 Malang mempunyai nilai tinggi pada poin kepedulian lingkungan sosial serta penerapan moral. Untuk itu, ia selaku pencetus ide inovasi ini mengatakan agar pihaknya nanti bisa menerapkan program tiket sampah dengan semaksimal mungkin. (mgb/oci)