Dorong Kualitas, Naikkan Gaji Guru Empat Kali Lipat

MALANG - Gaung nama SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang terdengar hingga Kabupaten Bantul. Selasa (9/8), puluhan tenaga pendidik mengatas-namakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri dan swasta Kabupaten Bantul, bertandang ke SMP Muhammadiyah 2, dalam rangka study banding. Kepala SMP Muhammadiyah 2, Drs. Mardjono, M.Si merasa tersanjung karena mendapat kunjungan dari rekan kepala sekolah asal luar kota. Padahal, ia merasa masih banyak sekolah lain yang juga tidak kalah bagus. Kepada Malang Post, ia hanya berbagi tentang bagaimana mengelola sekolah yang dulunya berjumlah dua orang untuk kelas satu, hingga kini menjadi bertambah jumlah siswanya. Menurutnya, langkah awal yang dilakukan dahulu adalah memperbaiki kualitas sumber daya manusia, internal dari dalam sekolah dahulu. “Awal tantangan banyak, dulu guru tidak ada semangat mengajar karena murid sedikit dan kesejahteraan kurang. Akhirnya saya masuk, mencoba menghitung dan menaikkan gaji bisa sampai empat kali lipat,” kenangnya. Rupanya hal tersebut merupakan pintu awal perkembangan SMP Muhammadiyah 2. Semangat guru berimbas pada peningkatan kualitas diri pada siswa. “Setelah itu secara beruntun, pertumbuhan siswa semakin banyak hingga sekarang,” ujarnya. Tak hanya itu, Mardjono mengaku sering mendiklatkan guru. Prinsipnya, sumber daya manusia adalah hal mutlak dalam perkembangan dunia pendidikan. Baru setelahnya, Mardjono merambah pada sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar. “Sekarang sudah menggunakan TV, bukan LCD. Meski bangunan masih begini, tetapi metode pembelajaran kami buat menyenangkan. Selain itu, ketika usai jam belajar, TV bisa digunakan sebagai alternatif hiburan bagi siswa,” katanya. Subardo, Kordinator Pengawas (Korwas) rombongan mengaku tidak salah menimba ilmu di Kota Malang, untuk dapat diterapkan di sekolah asalnya. “Karena Kota Malang sudah menjadi ikon macannya pendidikan,” ujarnya dalam sambutan. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM. Ia mengatakan, kunjungan dari Kabupaten Bantul menjadi pembuktian bahwa pemerataan kualitas pendidikan telah terjadi di Kota Malang. “Ternyata tidak hanya di sekolah negeri saja yang dijadikan jujugan study banding, sekolah swasta juga ternyata diminati untuk sharing bersama dan saling tukar informasi,” ujarnya dalam sambutan. Lebih lanjut lagi, Zubaidah mengatakan, kepercayaan MKKS SMP Kabupaten Bantul juga tak terlepas dari kerja keras seluruh pendidik dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Malang, yang mampu menciptakan pendidikan berkualitas sehingga dijadikan tempat study banding dari luar kota. (nia/oci)