FIA UB Pacu Akreditasi Internasional


PELEPASAN: Dekan FIA UB Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS memberikan selamat kepada lulusan pada periode wisuda sebelumnya.

MALANG - Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) akan mendapat kunjungan visitasi dari AUNKA, untuk mendapatkan akreditasi Internasional, bulan Agustus mendatang.
Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS., Dekan FIA UB mengatakan, prodi yang sudah diajukan oleh pihak universitas dan mendapat visitasi adalah Administrasi Publik. Bambang menambahkan, jika akreditasi Internasional berhasil diraih, akan berdampak pada mutu dan jaminan mutu pendidikan FIA UB.
“Dampaknya akan mengembangkan prodi skala Internasional lebih terbuka lagi,” jelasnya.
Bahkan sebenarnya, lanjut Bambang, embrio kelas Internasional sudah terasa di seluruh penerapan pembelajaran kuliah, mulai jenjang S1 hingga S3.
Oleh karena itu, ia berharap dengan akreditasi Internasional, pengembangan jaringan unuk International Class lebih terbuka.
“Kami mengutamakan level Asia terlebih dahulu, dengan bekerja sama melalui beberapa perguruan tinggi di wilayah Asia, agar mahasiswanya bisa belajar disini,” terangnya.
Tak hanya itu, dengan adanya akreditasi Internasional, fakultas makin percaya diri untuk menawarkan kepada instansi pemerintah maupun swasta di wilayah Asia, melanjutkan pendidikan di FIA UB.
“Di era MEA ini sudah seharusnya kita memperluas jaringan di ranah Internasional,” jelasnya.
Adapun langkah pertama yang akan dilakukan FIA UB nanti adalah melanjutkan kerjasama dengan perguruan tinggi dari luar negeri, yang sudah bekerja sama selama ini.
“Dengan Jepang ada 15 perguruan tinggi yang kami gandeng, Taiwan 4, Thailand 2. Tidak menutup kemungkinan akan kami perluas ke wilayah lain,” harapnya. Selama ini, Bambang mengungkapkan, kurikulum pembelajaran FIA UB pun sudah menerapkan standard Internasional.
Dampak lain dari akreditasi tersebut adalah, penerimaan mahasiswa FIA UB tahun ajaran baru mendatang akan semakin ketat. Passing grade pun akan semakin tinggi. “Tahun ajaran ini juga seleksi semakin ketat, namun peminatnya juga banyak,” ungkapnya.
Adapun total mahasiswa baru yang diterima tahun ajaran ini sebanyak 1.000 orang, untuk program S1, yang tersebar merata di seluruh prodi FIA UB, seperti Administrasi Publik, Administrasi Pendidikan, Ilmu Perpustakaan, Administrasi Bisnis, Perpajakan dan Pariwisata.
Bambang mengatakan, prodi yang dimiliki FIA UB termasuk favorit, mengingat banyaknya permintaan masyarakat sekaligus peluang kerja yang besar. “Peminat banyak terutama untuk prodi Administrasi Bisnis, Perpajakan, Administrasi Publik dan Pariwisata,” ujarnya.
Bahkan, keempat prodi tersebut masuk dalam 12 besar prodi favorit di seluruh UB. Penyebabnya, permintaan masyarakat yang mengacu pada kebutuhan lapangan, terhadap prodi tersebut cukup tinggi.
“Animo masyarakat cukup tinggi, karena lapangan pekerjaan juga tinggi,” terang Bambang. Ia memaparkan, FIA UB telah melahirkan 35 ahli pajak untuk bekerja di perusahaan negara tertentu.
Meski moratorium PNS masih berlangsung, lulusan FIA UB tak perlu khawatir. Pasalnya, masih banyak peluang kerja lain yang membutuhkan tenaga terampil seperti di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi konsultan pajak di perusahaan swasta, maupun institusi pemerintah.
“Contohnya kantor pajak sudah kerjasama dengan kami dalam hal tax center, sebagai konsultan,” bebernya. Guna membangun semangat dan memupuk motivasi mahasiswa, FIA UB telah membangun gedung 12 tingkat, yang bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk menunjang aktivitas akademik mereka.
Tak tanggung, dalam gedung tersebut juga terdapat dua laboratorium canggih, yakni electronic government dan electronic business. Selain itu, fasilitas mahasiswa lain juga ada dalam gedung tersebut seperti kantin dan minimarket. Targetnya, gedung tersebut sudah mulai ditempati pada awal semester genap mendatang.
Sementara itu, hari ini, FIA UB meluluskan 97 wisudawan periode XI Tahun Akademik 2015/ 2016, dengan rincian 37 orang Sarjana Administrasi Publik, 43 orang Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis, 6 orang Sarjana Perpajakan, 2 orang Sarjana Ilmu Perpustakaan, 2 orang Magister Ilmu Administrasi Publik, 2 orang Magister Ilmu Administrasi Bisnis dan 5 orang Doktor Ilmu Administrasi. (nia/adv/oci)