Gelar Raker di UMM, Bahas Strategi Akreditasi Institusi


TUAN RUMAH: UMM menjadi tuan rumah dalam agenda Silaturahim dan Rapat Kerja Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi Islam Swasta Se-Indonesia (BKS PTIS).

Silaturahim dan Rapat Kerja Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi Islam Swasta Se-Indonesia (BKS PTIS) diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), hari ini Sabtu (20/8) di UMM Inn.  Peserta yang akan hadir dalam agenda tersebut antara lain berasal dari unsur dewan penasihat, unsur dewan pembina, serta unsur pengurus harian. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Mansyur Ramly juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Dewan Pembina BKS PTIS dari UMM, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., UMM dipilih karena mempunyai peranan yang sangat penting.
“Misalnya, mantan Rektor UMM (periode 1983-2000), Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. yang memilki andil besar dalam pembentukan BKS PTIS. Tentu  dukungan dari tokoh-tokoh Islam lainnya, diantaranya Prof. Dr. Muhammad Tholhah Hasan,” terangnya.
Selain itu, kata Abdulkadir, sejumlah keputusan penting BKS PTIS juga lahir pada saat Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Pd (Rektor UMM periode 2000-2016) yang saat itu menjabat sebagai ketua BKS PTIS di tahun 2012-2015. Saat ini Muhadjir menjadi ketua dewan pembina.
Agenda penting yang dibahas dalam rapat kerja BKS-PTIS kali ini adalah strategi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang merupakan pengakuan institusi secara nasional yang diselenggarakan oleh BANPT.
UMM, selaku tuan rumah acara ini , telah terakreditasi institusi A secara nasional berlaku sejak tahun 2013 hingga 2018. Perolehan AIPT ini berpengaruh besar untuk menentukan kualitas universitas dan mempengaruhi tingkat kepercayaan orangtua wali untuk memilih UMM. Tahun ini UMM sedang menyiapkan untuk meraih AIPT dengan membentuk tim khusus yang sesuai standart.
Tak puas dengan pengakuan dari BAN PT dengan perolehan Amat Baik (A), UMM meningkatkan kualitas akreditasinya ke cakupan yang lebih luas dengan terdaftar sebagai Associate Member of Asean University Network Quality Assurance (AUN QA). UMM merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta yang terdaftar di dalamnya. Perolehan tersebut merupakan pengakuan dunia internasional terhadapUMM, setidaknya di tingkat ASEAN.
“Tahun ini UMM menyiapkan tiga program studi  antara lain Prodi Manajemen, Prodi Pendidikan Biologi dan Prodi Peternakan yang akan disertifikasi melalui mekanisme AUN QA,” terang Kepala Kantor Pengelola dan Pengendali Akreditasi (KPPA), Drs. Ainur Rofiq .
"Maksimal memang hanya tiga program studi yang disertifikasi AUN QA setiap tahunnya. Jadi secara pelan dan pasti seluruh prodi di Universitas Muhammadiyah Malang akan terakreditasi internasional. Raihan tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi UMM", lanjutnya.
Sedangkan menurut Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd. merupakan bentuk perwujudan rencana strategis menuju Internasionalisasi UMM di tahun 2030. “Gerakan internasionaliasi yang dilakukan UMM merupakan gerakan yang menyeluruh. Termasuk dalam bidang kajian khusus seperti Al Islam dan Kemuhammadiyahan, yang diperuntukkan bagi orang asing yang ada di UMM,” pungkasnya. (*/sir/oci)