Geliat Jurusan TKJ, Berpartner dengan Amerika Hingga Deal-kan Proyek

SEJUMLAH SMK di Kota Malang memiliki jurusan yang sama. Salah satunya adalah jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Jurusan ini cukup favorit dan selalu diminati banyak pendaftar. Masing-masing sekolah pun memiliki terobosan sendiri untuk bisa mengantarkan lulusannya cepat terserap di dunia kerja. SMKN 2 Malang misalnya, membekali siswa jurusan TKJ dengan sertifikasi berstandar internasional. Untuk itu, sekolah melakukan kerja sama dalam program e-learning dengan Oracle Academy – Amerika. “Program e-learning ini nanti akan membawa siswa untuk belajar tentang dunia jaringan secara khusus tentunya dengan perkembangan ilmu jaringan yang sudah internasional,” ungkap Imam Sholahudin Mahmudi, ST Guru TKJ SMKN 2 Malang. Untuk teknis, Imam menjelaskan jika ia bisa memberikan waktu materi di jam khusus kepada siswanya untuk belajar online dengan metode dari Oracle Academy ini. “Siswa bisa belajar sambil juga mengerjakan soal, karena ada ujian juga untuk ini,” tukasnya. Ia mengatakan, jika indikator standar nasional sangat jelas karena Oracle juga melakukan penilaian. “Kami beruntung karena mendapatkan partner academy dari negara Adidaya AS,” ungkapnya dengan bangga. Tujuan secara spesifik untuk menghasilkan lulusan berstandar internasional adalah untuk mempersiapkan SDM siswa yang siap bersaing di era MEA. “Karena kami memang ingin siswa kita bisa bersaing di era MEA yang memang membutuhkan SDM berstandart internasional,” jelas Imam. Menurutnya, berstandart internasional bukan saja secara skill yang dimiliki ataupun pengetahuan dan wawasan internasional yang dimiliki, namun juga perlu adanya sertifikasi yang membuktikan bahwa lulusan SMKN 2 benar-benar telah lolos sertifikasi untuk standart internasional. “Itulah gunanya kenapa sertifikasi itu penting, karena itu adalah bukti dari kemampuan standar internasional yang dimiliki siswa, karena tidak semua sekolah peduli akan hal ini” kata Imam lanjut. Ia sebagai guru TKJ, yang juga mengkhawatirkan nasib siswa-siswanya, ingin agar kelak sertifikasi internasional yang diakui di kancah global ini bisa berguna bagi siswanya setelah lulus. “Saya ingin mencetak lulusan yang berkualitas untuk dunia global, untuk berkarya di dunia internasional,” tutupnya. (mgb/oci)