Hari Ini, Pengumuman Jalur Mandiri UM


REGISTRASI: Maba UM yang lolos jalur SBMPTN melakukan registrasi administrasi, di Gedung Graha Cakrawala, kemarin.  (DICKY BISINGLASI/ Malang Post)


MALANG - Sebanyak 105 mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM) belum melakukan registrasi administrasi, di Gedung Graha Cakrawala UM, kemarin. Oleh karena itu, UM memperpanjang proses registrasi khusus kepada 105 mahasiswa baru tersebut, hari ini.
Kabag Akademik UM, Drs. R.J. Herry Soewito mengungkapkan, sebagian besar alasan mereka belum melakukan registrasi administrasi kemarin karena terlambat tiba di Kota Malang. “Rata-rata mereka yang berada di luar wilayah Malang, terlambat datangnya, jam 16.00 WIB juga bank sudah tutup,” ujarnya kepada Malang Post.
Herry menjelaskan, dari 2.271 mahasiswa yang diterima di jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), hingga kemarin sore, yang sudah melakukan tahap awal registrasi online adalah sebanyak 2.025 orang. Sedangkan yang sudah resmi menyandang status sebagai mahasiswa UM, karena telah menyelesaikan tahap registrasi administrasi sebanyak 1.920 orang.
Dari paparan data tersebut menyisakan 246 mahasiswa yang mengundurkan diri, karena belum melakukan registrasi online terlebih dahulu, hingga tenggat waktu yang telah ditentukan. Agar kuota mahasiswa terpenuhi, Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd mengatakan, sisa kuota tersebut akan dialihkan ke jalur mandiri, yang diumumkan hari ini, di website resmi UM pukul 17.00 WIB.
“Kita sudah tidak punya waktu lagi untuk menunggu mereka yang tidak mendaftarkan diri secara online, lebih baik dialihkan ke jalur mandiri,” ujar Hariyono. Sekaligus, ini menjadi pembelajaran kepada generasi muda untuk menjadi pribadi yang tanggung-jawab atas pilihan mereka sendiri.
Hariyono mengungkapkan, ke-246 mahasiswa yang dinyatakan mengundurkan diri tersebut tidak ada surat keterangan resmi, yang menyertakan alasan tidak melakukan daftar ulang. Ia menduga, mahasiswa yang tidak melakukan registrasi online tersebut adalah mereka yang tidak lolos jalur bidikmisi.
“Bisa jadi mereka yang tidak lolos bidikmisi, sehingga harus menjadi mahasiswa reguler merasa keberatan dan mengundurkan diri dengan tidak mendaftar ulang,” duganya. Hariyono memaparkan, kuota UM untuk mahasiswa jalur bidikimisi adalah 350 orang. Sedangkan yang mendaftar sebanyak 755 orang dan yang melakukan daftar ulang sebanyak 697 orang.
Selain itu, kemungkinan lain mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang adalah mereka yang telah diterima bekerja, atau sekolah kedinasan, seperti TNI, POLRI, STAN dan sebagainya. Hariyono juga mengungkapkan, UM telah menggugurkan 13 calon penerima bidikmisi dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Mereka masih kita nilai mampu untuk menjadi mahasiswa reguler,” jelasnya. (nia/oci)