IBI: Jangan Ragu Imunisasi Bayi di Bidan


WISUDA: Ketua IBI Pusat saat menghadiri agenda wisuda periode X Akbid Wira Husada Nusantara, kemarin. (Foto WHN FOR MALANG POST)


MALANG - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) makin gencar mengingatkan anggotanya untuk membeli vaksin dari tempat resmi. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan pemakaian vaksin palsu dalam pemberian imunisasi kepada bayi dan balita.
Hal tersebut diungkapkan Ketua IBI Pusat Dr Emi Nurjasmi, M.Kes. saat menghadiri wisuda Ahli Madya Kebidanan Akademi Kebidanan Wira Husada Nusantara (WHN), Rabu (27/7/16).
”IBI sudah mengecek darimana vaksin yang dipakai bidan, dan memang buktinya semua diperoleh dari Puskesmas,” ungkap Emi kepada Malang Post.
Menurutnya, IBI juga sudah mengeluarkan edaran kepada pengurus di daerah terkait pemantauan tersebut. Dan hasilnya, kata dia, Pusksesmas aman dari vaksin palsu karena yang diperoleh resmi dari pemerintah.
”Biasanya yang dipalsu itu vaksin yang tidak bisa menyebabkan panas pada bayi setelah diimunisasi,” bebernya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melakukan imunisasi di Bidan. Selain dijamin keasliannya, bidan memang sudah dibekali cara memberi imunisasi. Selama menempuh pendidikan, semua calon bidan belajar tentang imunisasi dan pengetahuan tentang vaksin.
Disinggung soal pengawasan praktik bidan, Emi menegaskan, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia berharap, kesempatan untuk perpanjangan surat izin praktik bidan dipergunakan untuk memantau kualitas pelayanan bidan di tempat praktiknya.
Sementara itu agenda Wisuda Periode X Akbid WHN kemarin berlangsung gayeng. Sebanyak 467 wisudawan akan dikukuhkan. Menurut Direktur AKBID WHN Donna Dwinita Adelia MMRS, hingga saat ini jumlah lulusan WHN sebanyak 2177 orang. Diantara para lulusan tersebut telah memberikan kontribusi dan pengabdian bagi dunia kesehatan di daerah.
”Tantangan lulusan kebidanan semakin berat, terutama untuk menjalankan tugas pokoknya melayani ibu, bayi, balita dan KB,” pungkas Emi. (oci)