IBU Mantap Jadi Universitas


MALANG – IKIP Budi Utomo menargetkan 70 persen pengajar bergelar doktor dan profesor sampai tahun 2022. Enam tahun dari sekarang, IBU akan semakin profesional dan didukung tenaga pengajar yang kompeten demi menghasilkan lulusan berkualitas.
Hal tersebut diungkapkan Rektor IBU Dr. Nurcholis Sunuyeko saat acara Halalbihalal, Kamis malam lalu.
Menurutnya, peningkatan mutu ini juga menjadi antisipasi untuk perubahan status perguruan tinggi dari institut ke universitas. Dengan perubahan status tersebut, IKIP Budi Utomo bisa memiliki banyak program studi untuk merespon dinamika masyarakat.
“Saya optimis perubahan status tersebut bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Selain itu, Nurcholis juga menegaskan bahwa IBU tetap berkomitmen untuk menjadi kampus yang terjangkau bagi mahasiswa dari strata ekonomi mana pun. Calon mahasiswa IBU tidak harus kaya untuk mengenyam pendidikan di IBU. Sebab, biaya pendidikan didesain agar terjangkau buat calon mahasiswa.
“Kita juga sedang membatasi jumlah mahasiswa yang masuk untuk meningkatkan mutu calon alumnus serta peningkatan kualitas pengajaran di dalam kuliah,” tutup Ketua Pengembangan Kampus tersebut.
Sementara Halalbihalal IKIP Budi Utomo di kampus Jalan Citandui berlangsung semarak dan penuh keakraban. Kamis malam lalu, ratusan kolega dan rekan dekat IBU hadir dalam acara. Nurcholis menyebut, momentum ini adalah kesempatan menjalin kedekatan dan tali silaturahmi.
“Kami ingin terus menjaga tali silaturahmi dan kedekatan dengan kolega serta karyawan di lingkungan kampus IBU. Harapannya, halalbihalal bisa jadi momentum untuk saling memaafkan atas kekhilafan yang tak sengaja dilakukan,” kata Nurcholis.
Ia mengatakan, halalbihalal ini juga digelar untuk menyegarkan suasana dan mengakrabkan hubungan dengan seluruh kolega. Tak heran, IBU juga memberikan berbagai macam doorprize untuk para tamu undangan yang hadir. Termasuk, hadiah undian smartphone canggih. (fin/oci)