Jalur Mandiri Unair Terima Mahasiswa Bidikmisi


UJIAN: Diantara pendaftar ujian masuk jalur mandiri UNAIR ketika mengikuti tes potensi akademik dan prestasi akademik, di kampus B. (Foto ist)

SELEKSI penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Airlangga telah diumumkan Kamis (28/7/16) pukul 09.00 WIB. Dari pengumuman tersebut, sebanyak 1.557 pendaftar jalur mandiri jenjang sarjana (S1) berhasil diterima di UNAIR. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari tes potensi akademik dan tes prestasi akademik yang diikuti 10.943 pendaftar. Dari 1.557 yang lolos diterima itu, sekitar 172 diantaranya adalah calon mahasiswa baru penerima beasiswa Bidikmisi.
Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., MCA., menjelaskan kepada pers bahwa penerimaan calon mahasiswa baru (camaba) Bidikmisi melalui jalur mandiri ini tidak menjadi beban kampus, karena daya tampung jalur mandiri sudah dinaikkan dari tahun sebelumnya.
“Yang harus disampaikan kepada masyarakat adalah UNAIR sekarang sudah menerima pendaftar Bidikmisi melalui jalur mandiri,” tambah Rektor UNAIR dirilis humas.
Selain menerima camaba Bidikmisi, UNAIR juga menerima lebih dari 30 camaba yang berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Diantaranya 24 mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, dan dua mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Seleksi penerimaan beasiswa afirmasi itu dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
“Yang menyelenggarakan tes itu Dikti. Kalau mereka sudah dinyatakan lolos tes beasiswa afirmasi, baru nanti diumumkan mereka masuk kampus mana, salah satunya UNAIR,” tambahnya.
Selain menerima mahasiswa asal Indonesia, UNAIR juga menerima mahasiswa baru asal luar negeri. Mahasiswa asing yang diterima mencapai 35 orang dari program kelas internasional untuk jenjang studi S-1 Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Pendidikan Apoteker, Pendidikan Dokter Hewan, dan gelar ganda (double degree) Psikologi–Queensland University of Technology.
Dibenarkan bahwa pengumuman hasil seleksi jalur mandiri jenjang S1 terlambat sehari diumumkan, keterlambatan tersebut murni karena kendala teknis.
”Jumlah pendaftar jalur mandiri memang luar biasa. Biasanya pendaftar hanya berkisar delapan ribu, tapi tahun ini mencapai sebelas ribu. Tentu kita butuh peralatan seperti scanner yang lebih canggih. Jadi ini murni karena kendala teknis,” terang Prof. Nasih.
Setelah dinyatakan lolos jalur mandiri, camaba diharapkan mengakses tata cara pendaftaran melalui http://unair.ac.id. Pada tahap pra pendaftaran ulang, camaba UNAIR wajib melakukan pengisian secara lengkap dan benar formulir data diri dalam bentuk PDF ke laman http://regmaba.unair.ac.id.
Berkas yang perlu diunggah ke laman tersebut adalah ijazah atau surat keterangan lulus, SKHUN atau SKHUN sementara, akta kelahiran, fotokopi kartu susunan keluarga (KSK) orang tua atau wali, dan keterangan gaji bruto orang tua dalam bentuk kosongan. Tahap pra-pendaftaran ulang dapat dilakukan mulai 28 Juli – 1 Agustus 2016.
Selanjutnya, camaba wajib melakukan pembayaran mulai tanggal 28 Juli – 2 Agustus 2016 via teller Bank Mandiri, BNI, BNI Syariah, BTN, Mandiri Syariah, dan Bank Jatim di seluruh cabang. Camaba  juga wajib melakukan tes ketunaan dan kemampuan Bahasa Inggris.
Terkait tes ketunaan akan dilangsungkan di Rumah Sakit UNAIR tanggal 29 Juli, dan 1 – 4 Agustus 2016. Sedangkan, tes kemampuan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Pusat Bahasa UNAIR pada tanggal 30 Juli – 5 Agustus 2016.
Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tripuspaningsih mengatakan, apabila ada para camaba yang tak lolos tes ketunaan (tes pendengaran dan buta warna), maka camaba akan ditawari untuk pindah ke prodi lainnya yang tidak memiliki persyaratan fisik. (oci)