Jumlah Mahasiswa Baru UB Terus Menurun


MALANG - Total jumlah mahasiswa S1Universitas Brawijaya (UB) ternyata menurun dari target. Anehnya, rektor UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS justru senang. Pasalnya, hal ini memang diharapkan oleh Bisri. Di lain sisi, jumlah mahasiswa pasca sarjana justru meningkat. Hal itu ia ungkapkan saat pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2Maba), Selasa (30/8/16).
Tahun ajaran baru ini, UB mematok 12.262 mahasiswa S1. Namun, pendataan terakhir jumlah mahasiswa S1 hanya 12.050. Bisri menjelaskan, seluruh mahasiswa baru yang diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), melakukan prosesi daftar ulang sebanyak 100 persen.
Berbeda dengan mahasiswa baru yang masuk lewat jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Menurut keterangan guru besar Fakultas Teknik (FT) itu, hanya 80 persen yang melakukan daftar ulang. Hal serupa juga terjadi pada seleksi lewat jalur mandiri.
"Bisa jadi memang ada yang menjadikan UB sebagai pilihan kedua, bukan pilihan pertama. Ada juga yang diterima di PT lain dan ada beberapa yang sudah bekerja," katanya.
Berita baiknya, jumlah mahasiswa baru pascasarjana justru meningkat. Tahun ini, lanjut Bisri, jumlah mahasiswa S2 UB menyentuh angka 2000 orang.
"Malah targetnya, yang sarjana diturunkan bertahap sampai 10 ribu. Sedangkan yang S2 ditingkatkan sampai 3 ribu peserta," ujarnya.
Guna memenuhi target tersebut Bisri telah mengerahkan dua tim dari masing-masing fakultas, untuk mempromosikan pasca sarjana ke wilayah-wilayah di luar pulau Jawa. Khususnya, Pemerintah Daerah (Pemda) agar berminat meneruskan studi S2 di UB.
Sementara itu, mahasiswa baru UB dituntut untuk menjadi mahasiswa riset. Ini merupakan upaya keberlanjutan dari pihak UB, untuk mempertahankan gelar juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), sebanyak lima kali. (nia/oci)