Kawal PPDB Jalur Wilayah


ANTUSIAS : Warga antusias mendengar pemaparan Harun Prasojo SH. (Foto : Ipunk Purwanto/Alfinia Permata Sari)


MALANG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur wilayah masih banyak menimbulkan pertanyaan. Karena itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Harun Prasojo, SH pastikan terus mengawal PPDB agar tak jadi masalah di masyarakat.
Hal itu terungkap dalam Reses I Tahun 2016 yang digelar Harun Prasojo di dapilnya, Sukun, Jumat (1/7) kemarin. Warga antusias menyampaikan aspirasi mereka kepada Harun.
"Memang PPDB jalur wilayah masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat, apalagi ini merupakan kebijakan baru dalam PPDB tahun ini," ujarnya. Ia mengungkapkan kepada warga Sukun, pertimbangan dibukanya jalur wilayah yang pertama adalah untuk mengurai kemacetan yang semakin semerawut di Kota Malang. Pertimbangan kedua untuk memberi kesempatan kepada warga sekitar agar bisa sekolah di sekitar tempat tinggalnya.
"Seperti tahun lalu ada yang rumahnya domisili Blimbing tapi sekolahnya di Sawojajar, waktunya habis di jalan," ujarnya kepada masyarakat.
Meski demikian, ia tidak menampik masih banyak keluhan masyarakat tentang tidak meratanya pembagian wilayah pada jalur tersebut. Kebijakan jalur wilayah pun, menurut Harun, harus melalui beberapa tahap lagi untuk penyempurnaan.
"Memang sekolah tempat kita belum merata, ada yang satu kecamatan sekolahnya dua, ada yang tidak ada sama sekali, sehingga penerapannya belum merata," tukas wakil rakyat dari PAN ini.
Oleh karena itu, mewakili komisi D yang membidangi pendidikan, Harun akan menyampaikan keluhan masyarakat ke dewan terkait PPDB jalur wilayah. Agar pada pelaksanaan tahun depan sudah bisa membuat masyarakat nyaman.
Harun memaklumi jika kebijakan jalur wilayah masih menimbulkan polemik dan kebingungan di masyarakat. Selain karena kebijakan baru, sosialisasi kepada masyarakat juga dirasa kurang sehingga banyak masyarakat yang belum memahami. Selain itu, sekolah negeri yang berada di Kota Malang keberadaannya belum merata. (nia/van)