Kenalkan Kulit Rambutan Sebagai Anti Obesitas


MALANG - Guru besar Universitas Brawijaya bidang Ilmu Genetika Molekuler Prof. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam konferensi internasional bertema obesitas dan penyakit kronis ICOCD 2016 di Las Vegas, Nevada Amerika Serikat, (24/7-27/7/16).

Dalam pemaparannya yang berjudul "Black Tea Leaves and Rambutan Peel from Indonesia Natural Plant has Biological Function as Anti-obesity Agents: Nutritional Genomic Study" atau "Daun teh hitam dan kulit rambutan sebagai tanaman asli Indonesia yang berfungsi secara biologis sebagai agen anti obesitas.
”Bahwa bahan-bahan alam mempunyai senyawa yang mampu mengurangi penyebaran sel dan gen yang rentan mengakibatkan terjadinya obesitas,” ungkap Prof Fatchiyah dirilis Humas UB.

Ditambahkannya bahwa obesitas saat ini telah menjadi permasalahan tidak hanya pada negara maju tapi juga berkembang. Menurut data WHO, lebih dari 1.4 miliar orang dewasa terkena obesitas dan 2.8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun. Hal ini disebabkan karena obesitas menimbulkan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Berdasar data dari Euro Monitor International, di negara Asia Pasifik Obesitas mengalami peningkatan tajam pada tahun 2010 ke 2020. Seanjang tahun tersebut negara Vietnam mengalami peningkatan sebanyak 225 perse, Hong Kong 178 persen, India 100 persen, Korea Selatan 80.7 persen, New Zealand 52 persen, dan Indonesia meningkat 50 persen.
Peningkatan jumlah obesitas di Indonesia dipengaruhi oleh gaya hidup. Saat ini Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan perkembangan obesitas mencapai 40 persen. Menteri kesehatan RI di tahun 2013 pernah mengatakan bahwa obesitas di kalangan anak-anak berumur lima sampai 12 tahun masih relatif tinggi mencapai 18.8 persen, yang terdiri dari 10.8 persen mempunyai berat badan diatas rata-rata dan 8.0 sangat obsesitas.
Sementara itu, prevalansi remaja yang mengalami obestitas pada umur 13 sampai 15 tahun mengalami kenaikan 10.8 persen, yang terdiri dari 8.3 persen kegemukan dan 2.5 persennya obesitas. Lebih dari 40 miliar orang dewasa di Indonesia yang kelebihan berat badan dan obesitas menderita diabetes, serangan jantung, dan kanker.
Dalam mengatasi diabetes, sesungguhnya Indonesia kaya akan bahan alam, seperti dauh teh, kulit rambutan, legume, beras coklat, buah-buahan dan sayuran.
Komposisi dari bahan alam tersebut mampu mengontrol perkembangan obesitas melalui jalur signal cell yang mengatur protein dan komposisi biologi aktif dan mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dan memodulasi mekanisme molekuler yang mendasari sebuah fungsi psikological organisme.
Studi yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan model hewan menunjukkan katekin yang terkandung dalam daun teh hitam dapat mengurangi berat badan tikus dan menghambat interaksi Igf-1 protein dan Igf-1 receptor dalam adiposit. Kemampuan  EC, EGC dan EGCG dari daun teh hitam mencegah L1-domain IGF-1R yang mengikat protein IGF-1 dan mengurangi penyebaran adiposit.
Sementara ekstrak dari kulit rambutan (RPE) juga melindungi reseptor Igf-1 yang berinteraksi dengan protein ligan pada tikus yang mengalami obesitas. RPE mempunyai kemampuan untuk mengatur langsung regulasi adipogenesis dari ekspresi gen PPARγ dan gen Mrna fabp4 dan mencegah kenaikan berat badan dengan mengurangi ukuran adipose pada model masing-masing tikus yang obesitas.
Kesimpulannya katekin dari daun teh hitam dan senyawa bioaktif pada ekstrak kulit rambutan berpotensi sebagai agen anti obesitas melalui regulasi molekuler signaling pathway dari adipogenesis gene cascade. (oci)