Penipuan Masuk UB Kembali Marak


WASPADA: Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatas-namakan UB. (Alfinia Permata Sari/ Malang Post)

MALANG - Pendaftaran masuk Universitas Brawijaya (UB) tersisa satu jalur saja, yakni jalur mandiri. Sesuai jadwal, pendaftarannya dibuka sejak 13 Juni-16 Juli mendatang. Ditengah kesibukan pendaftaran, ada saja oknum yang bermaksud mengeruk keuntungan dengan mematok tarif hingga ratusan juta rupiah. Iming-imingnya adalah bisa diterima di jurusan yang ada di UB.
Seperti baru-baru ini, muncul isu adanya modus penipuan yang menyatakan mampu meloloskan calon mahasiswa baru dengan membayar Rp 25 juta untuk jurusan Saintek, dan Rp 150 juta untuk lolos Kedokteran Gigi.
Dikonfirmasi Malang Post, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S menegaskan bahwa hal tersebut jelas merupakan penipuan. Ia secara tegas menyatakan, UB tidak pernah memungut biaya rekomendasi apapun untuk meloloskan mahasiswa baru.
“Tahun-tahun sebelumnya juga ada hal seperti ini. Bahkan ada juga korban yang sudah membayar Rp 200 juta, kemudian anaknya tidak lolos. Padahal dulu janjinya uang akan dikembalikan, namun ternyata dibawa lari,” kenangnya.
Atas kejadian penipuan tersebut, pihak yang dirugikan membawa permasalahan hingga ke kantor polisi. Bisri mengisahkan, korban tergoda oleh rayuan maut dari penipu untuk bisa meloloskan putranya lolos masuk Fakultas Kedokteran (FK) dengan membayar sebanyak Rp 200 juta. Penipu menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut jika tidak lolos.
Namun, janji tinggal janji. Kenyataan berkata lain. Sang putra tidak dapat lolos masuk FK UB karena kurang memenuhi syarat. Gagal menghubungi penipu untuk meminta uang kembali, korban pun melaporkan penipu tersebut ke polisi.
Bisri melanjutkan, kasus semacam ini kerap terjadi pada jalur mandiri karena dinilai sebagai jalur terakhir untuk bisa lolos masuk UB. Oleh karena itu, Bisri mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya dengan isu tersebut.
Guru besar Teknik Pengairan UB itu juga mengajak masyarakat agar bersaing secara kooperatif dan jujur. Agar tidak terpedaya oleh tipu muslihat dengan iming-iming dapat melanjutkan pendidikan di UB. Bisri memastikan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri sudah sesuai prosedur yang ada.
“Tim juga sudah terbentuk. Penilaian tidak manual, sehingga yang lolos yang sesuai dengan kompetensi mereka dan sesuai dengan standardisasi dari UB,” tukasnya. Tak hanya penipuan di jalur mandiri, nama UB pun kerap digunakan untuk modus penipuan lain seperti undangan dari Kemenristek-Dikti. Tak jarang, reputasi Bisri sebagai seorang rektor pun juga terseret dalam modus penipuan.
Jengah dengan aksi penipuan, Bisri mengaku pihak UB pernah melaporkan ke pihak kepolisian. Namun penipu tidak bisa terlacak. “Sehingga UB hanya bisa mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan penipuan yang mengatas-namakan UB,” tegasnya.
Sementara itu test masuk jalur mandiri UB akan dilaksanakan 19 Juli 2016 dan pengumuman hasil test pada 23 Juli 2016. Adapun kuota mahasiswa melalui jalur ini adalah sebanyak 3.800 mahasiswa. (nia/oci)