Lagi, UB Juara Umum Pimnas

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) lagi-lagi keluar sebagai juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29, yang berlangsung selama empat hari, semenjak Senin (8/8) hingga Kamis (11/8). Sebelumnya, UB pernah menjadi juara umum pada pelaksanaan PIMNAS ke-28 di tahun 2015, yang berlangsung di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara.
UB pulang kembali ke Kota Malang dengan mengantongi lima emas, empat perak dan dua perunggu untuk presentasi. Sedangkan untuk poster, UB membawa pulang empat emas, tiga perak dan empat perunggu.
Wakil Rektor III UB bidang kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, M.Si mengatakan, dari 1.500 proposal yang dikirimkan UB, yang tersaring hanya 264 proposal saja. Jumlah tersebut kembali menyusut hingga menyentuh angka 31 proposal yang lolos ke Pimnas.
Nama UB masuk dalam tiga besar, dengan jumlah proposal yang paling banyak maju ke Pimnas, di bawah Universitas Gajah Mada (UGM), yang memberangkatkan 33 proposal untuk presentasi ke Pimnas. Arief tak dapat meluapkan rasa bahagia yang luar biasa, ketika UB disebut sebagai juara umum.  Bahkan, ia sampai tidak makan malam saat pengumuman berlangsung.
“Deg-degan saat proses pengumuman itu. Pas juara tiga kok tidak disebut nama UB, juara dua juga tidak ada juara UB. Saya sudah pesimis saja, bisa nyabet juara umum lagi tidak tahun ini. Ternyata waktu disebut sebagai juara satu, nama UB yang disebut,” ungkapnya panjang lebar.
Arief mengaku saat pengumuman merupakan momentum paling mendebarkan dan menegangkan. Sontak, ketika pembawa acara mengumumkan nama UB yang keluar sebagai juara, segenap jajaran rektorat merasa bangga kepada para kontingen yang telah berjuang habis-habisan, untuk event bergengsi tingkat nasional tersebut.
“Kebanggaan sekaligus mendebarkan, mengingat persaingan kita semakin meningkat juga. Tetapi mereka bisa memperjuangkan nama UB,” ucapnya. Arief menambahkan, hal lain yang membuat tegang dan cemas adalah persaingan antara UB dan UGM.

Bicara soal strategi, Arief mengatakan tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi lain, yakni dengan melakukan pembinaan dan pengenalan tentang program kreativitas mahasiswa, semenjak mahasiswa baru (maba).
“Sudah dari maba, mahasiswa kami kenalkan PKM, seperti Pimnas cuma dalam bentuk karya tulis. Jadi referensi bukan penelitian,” tukasnya. Selanjutnya, para juara akan mendapat binaan untuk kegiatan selanjutnya dan dipersiapkan untuk Pimnas, oleh masing-masing fakultas.
“Masing-masing fakultas sudah ada tim PKM. Mereka yang menggodok calon kontingen,” bebernya. Sebagai bentuk rasa terimakasih, UB memberi hadiah berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam periode tertentu.
Penyumbang emas terbanyak masih berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), dengan sabetan tiga emas untuk kategori presentasi dan satu emas untuk kategori poster. Sedangkan Fakultas Perikanan (Faperik), Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Teknik (FT) meraih satu emas untuk kategori presentasi.
Sedangkan Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Peternakan (Fapet) dan Fakultas Teknik (FT) meraih masing-masing satu emas untuk kategori poster.  Beralih ke medali perak, untuk kategori poster, FTP, Fapet dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mendapat masing-masing satu, dan untuk kategori presentasi, FTP , Faperik, FP, dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) juga masing-masing mendapat satu medali perak.
Medali perak masing-masing berhasil disabet oleh Fapet, FK, FMIPA dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), sebanyak satu buah untuk kategori poster. Sedangkan untuk kategori presentasi, FMIPA meraih satu medali perak. (nia/han)