Mata Ujian Bahasa Indonesia Sepi Peminat


MALANG - Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Perbaikan (UNP) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (29/8/16) terlihat sepi. Hal itu terjadi di dua lokasi ujian, yakni SMAN 4 dan SMKN 4 Kota Malang. Diduga, peminat nilai mata pelajaran tersebut untuk diperbaiki masih sedikit.
Danang Putra Riaji, proktor SMKN 4 kota Malang mengatakan, dari 23 peserta yang daftar ulang, hanya 15 orang saja yang hadir. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan peminat Matematika, yang melakukan daftar ulang mencapai 413 peserta. Sedangkan untuk Bahasa Inggris mencapai 217 peserta yang melakukan daftar ulang.
Danang mengaku, jumlah peserta daftar ulang tidak dapat menjamin peserta yang ikut ujian. Meski demikian, pihak sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksana UNP telah berupaya menghubungi peserta yang tidak hadir.
"Misal untuk hari ini, kami sudah mencoba menghubungi anak-anak yang tidak ikut. Ada yang diangkat ada yang tidak, yang mengangkat alasannya banyak. Ada yang memang bentrok dengan jadwal kuliah atau kerja," terangnya.
Meski masih sepi peminat. Tim pelaksana UNP SMKN 4 tetap memberi kesempatan tiga sesi kepada para peserta ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. "Aslinya hanya satu sesi, cuman karena memang sepi kami beri kesempatan sampai sore," tukasnya.
Berbeda dengan Bahasa Indonesia, mata pelajaran lainnya seperti Matematika dan Bahasa Inggris akan dibuat dalam tiga sesi. "Khusus untuk SMK hanya empat hari saja, hari terakhir untuk teori kejuruan. Tapi pendaftarnya tidak ada, mungkin nilainya sudah bagus-bagus semua," ujarnya.
Danang mengakui jika pelaksanaan UNP sudah ada semenjak tahun lalu. Hanya saja peminatnya masih minim. Sedangkan tahun ini, pelaksanaan UNP dibagi menjadi dua, untuk lulusan SMA lokasi pelaksanaan berada di SMAN 4 Kota Malang. Sedangkan khusus untuk SMK berada di SMKN 4 Kota Malang.
Peserta yang mengikuti test kebanyakan berasal dari Kota Malang dan beberapa dari Kabupaten. "Di tempat kami ada 429 peserta yang ikut. Ada yang ikut semua Mapel ada yang ikut dua sampai tiga mapel saja, jadi totalnya segitu. Tapi kalau dipecah Matematika 413 orang, Bahasa Indonesia 217 orang," terangnya.
Sama halnya dengan SMKN 4, peminat mata pelajaran di bidang Bahasa Indonesia cenderung sedikit. Hanya 10 orang yang mengikuti test dari 21 orang yang mendaftar ulang. Hal itu diutarakan langsung oleh B Hendri Dwi P, teknisi utama SMAN 4.
"Pelaksanaannya cuman satu sesi saja," terangnya. Di SMAN 4, jumlah peserta UNP adalah sebanyak 478 orang.
Sementara itu, Budiono, Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Malang mengimbau agar para peserta yang telah mendaftar ulang, agar memanfaatkan kesempatan baik ini.
"Pemerintah sudah memenuhi hak mereka, mereka yang harus memperbaiki hak mereka," katanya.
Budi menyayangkan, banyak peserta yang tidak datang. Padahal Dinas Pendidikan (Dindik) telah mempersiapkan segalanya sebaik mungkin. "Lha kok yang datang sedikit," sesalnya.
Dari segi akademik, lanjut Budi, motivasi para peserta UNP bervariasi. Menurut Budi, bagi mereka yang memiliki motivasi tinggi akan ada upaya untuk memperbaiki nilai mereka, apalagi mereka yang akan mengikuti jenjang yang memerlukan persyaratan nilai ketuntasan.
"Misal sekolah ABRI dan Polisi, kalau nilai tidak memenuhi syarat tidak akan lolos," katanya. Tak hanya itu, beberapa pekerjaan swasta juga mensyaratkan nilai UN yang tuntas. Tak hanya tahun ini, sepinya peminat UNP telah berlangsung semenjak tahun lalu. (nia/oci)