Mendikbud Muhadjir Pertahankan K 13


MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendi mengaku tidak serta-merta merubah ataupun mengganti program yang telah dirancang Anies Baswedan, termasuk dalam hal kurikulum.
Muhadjir  mengatakan, jika kurikulum 2013 sudah memberi dampak baik pada pendidikan tanah air, tugasnya saat ini hanya tinggal meneruskan perjuangan Anies, sekaligus menyempurnakan apa yang dirasa masih kurang.
“Evaluasi kurikulum sebenarnya tugas Balitbang, itu terus dilakukan, evaluasinya rutin malahan,” katanya.
Muhadjir menegaskan, kurikulum tidak akan mengalami perubahan dalam arti terpenggal. “Ganti menteri bukan berarti ganti kurikulum,” tegasnya. Muhadjir akan melanjutkan dan memperbaiki kurikulum yang sedang menjadi evaluasi.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Malang, Tri Suharno mengatakan, penerapan kurikulum 2013 sudah berdampak bagus pada dunia pendidikan. Hanya saja, tugas Mendikbud baru wajib menyempurnakan.
“Jangan diganti, tinggal menteri yang sekarang menyempurnakan dari beberapa aspek, kekurangannya saja diperbaiki,” katanya. Bahkan, Tri mengatakan, penyempurnaan tersebut harus segera direalisasikan, agar tidak terjadi kegamangan dalam dunia pendidikan tanah air.
“Permen (Peraturan Menteri) segera diselaraskan, yang tidak sesuai sebaiknya sudah tidak usah digunakan,” tukasnya. Hal ini, supaya alokasi anggaran pendidikan yang terbatas dapat segera dimanfaatkan.
Kurikulum 2013 yang baru saja direvisi berimbas pada perubahan isi materi dalam buku pembelajaran. Oleh karena itu, Tri berharap, Mendikbud baru dapat segera mendatangkan buku-buku yang sudah direvisi. “Buku-buku wajib belum datang, semoga kedatangannya dipercepat,” harapnya.
Revisi kurikulum 2013 mencakup beberapa hal, salah satunya adalah sistem penilaian dari menggunakan sistem satuan (1-4), kembali menjadi sistem penilaian puluhan (0-100). Beberapa perubahan penilaian kurikulum 2013 juga diterapkan dalam penilaian sikap, ketuntasan belajar, mekanisme dan prosedur, pengolahan dan laporan hasil belajar. (nia/oci)
Foto ist
EVALUASI: Kegiatan review internal proposal penelitian dilaksanakan LPPM Uwiga.
Gairah Meneliti Dosen Uwiga Meningkat//
MALANG - LPPM Universitas Widyagama Malang menyelenggarakan review internal untuk 17 judul proposal yang lolos seleksi desk evaluasi dari DRPM Kemenristekdikti kemarin (28/7). 17 judul proposal tersebut merupakan judul review jurnal terbanyak yang pernah dilakukan.
Ketua LPPM Candra Aditya, ST.MT menyampaikan pelaksanaan evaluasi pembahasan proposal yang relative berjumlah banyak untuk penelitian desentralisasi terdiri dari 6 judul PUPT (Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi) dan 11 judul PPT (Penelitian Produk Terapan). Tahapan-tahapan ini merupakan kewenangan dari LPPM sebagai pengelola penelitian Desentralisasi dalam Klaster Madya. Sedangkan penepatan proposal yang didanai ditentukan oleh DRPM Kemenristekdikti.
”Ini tentu menjadi penyemangat serta motivasi bagi para dosen yang mulai menunjukkan aktivitasnya dalam melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Candra pun bangga, karena tim dosen Uwiga Saat ini tidak hanya sebatas mengajar kepada mahasiswanya saja, namun juga mampu menunjukkan eksistensi dan kepakarannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyatakan jika kegiatan seperti ini merupakan suatu upaya untuk menjadikan Uwiga sebagai kampus swasta yang juga mempunyai dedikasi dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Sebuah kepercayaan yang perlu dikelola dengan baik sehingga ditahun mendatang bisa meningkat mendapatkan status yang lebih tinggi dari Klaster Madya dengan dana yang lebih besar lagi,” tutup Candra. (mgb/oci)