Meriah, Lomba Make Over di SD Plus Al Kautsar


MALANG - Perlombaan menarik digelar SD Plus Al-Kautsar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-71 RI akhir pekan lalu. Lomba yang digelar diantaranya teletubies racing, make over, nyunggi tempeh, baby aliens, mencari emas dalam debu, makan krupuk, tarik tambang dan lomba memasak. Perlombaan digelar tidak hanya untuk siswa, tapi juga untuk para guru.
Ketua Pelaksana M Ali Ridho S.SPd mengatakan, perlombaan yang sebenarnya masih bersifat tradisional ini dikemas lain agar terlihat tidak biasa. Misalnya lomba lari karung diubah menjadi teletubies racing. Dalam lomba ini seluruh badan peserta lomba kecuali kepala dimasukkan dalam karung. Sementara kepala dipakaikan helm standart. Dengan berjongkok peserta berlomba mencapai garis finish sambil meloncat.
"Lucu kan, jadi semua terhibur baik yang nonton termasuk yang berlomba," ujar Ali saat dtemui Malang Post.
Demikian juga lomba-lomba yang lain. Para siswa tampak menikmati. Lomba lain yang menarik banyak perhatian adalah lomba make over. Dalam lomba ini peserta dibuat berpasangan. Peralatan make up disediakan lengkap oleh panitia.  Siswa dengan mata tertutup harus mendandani pasangannya sebaik mungkin dengan waktu terbatas. Hasilnya, cukup membuat penonton tertawa lebar. Bukannya cantik malah terlihat lucu karena bahan make up menjadi belepotan kemana-mana.
"Jadi ini gantian, dalam waktu beberapa menit giliran yang merias," jelasnya.
Seperti halnya di lembaga-lembaga lain perlombaan di bulan Agustus menjadi agenda rutin SD Plus Al-Kautsar. Ali mengatakan dengan berlomba siswa menjadi terhibur dan membuat mereka semakin bersemangat. Dari lomba inilah bisa diambil pelajaran arti semangat kemerdekaan yang dicintohkan pahlawan bangsa saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
"Intinya bagimana kita mensyukuri kemerdekaan dengan mencontoh semangat pejuang terdahulu," katanya.
Selain lomba, dalam rangka merayakan HUT RI tahun ini, sekolah di Jalan Simpang Adi Sucipto ini juga menggelar upacara kemerdekaan pada (17/8) lalu, yang dilanjutkan dengan parade busana adat nusantara. Tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan adat nusantara melalui pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia. (imm/sir/oci)