Nuansa Merah Putih Ciri Khas Pesmaba UMM


MALANG - Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dimulai hari ini, Senin (5/9). Pesmaba UMM diikuti 6.812 mahasiswa baru, termasuk di antaranya 188 mahasiswa asing yang berasal dari 18 negara, yaitu Australia, Chile, China, Jepang, Jerman, Kamboja, Korea Selatan, Polandia, Rumania, Sierra Leone, Singapura, Slovenia, Spanyol, Sudan, Thailand, Timor Leste, Uzbekistan, dan Vietnam.
Ribuan mahasiswa itu, menurut Rektor UMM Fauzan, merupakan hasil seleksi dari 25.000 orang yang telah mendaftarkan dirinya ke UMM. Sekalipun pendaftar meningkat, UMM tetap membatasi jumlah mahasiswa baru berdasarkan passing grade masing-masing jurusan agar standar kualitas tetap terjaga.
Ketua Panitia Pesmaba UMM 2016 Shobrun Jamil menjelaskan, agenda Pesmaba akan berlangsung selama empat hari, yaitu hingga Kamis (8/9). Hari pertama, yaitu pembukaan Pesmaba di Helipad UMM ditandai dengan flashmob jas merah membentuk ragam formasi, di antaranya ‘I Love UMM’ dan ‘I Love Indonesia’.
“Flashmob telah menjadi ciri UMM sejak 2009. Hingga saat ini, flashmob dengan karakter kebangsaan merah putih terus menjadi karakter UMM,” kata Shobrun.
Menariknya, flashmob di Pesmaba UMM tidak pernah menggunakan kertas, layaknya papermob. Warna merah yang tampil melalui foto udara sepenuhnya merupakan view jas merah yang dikenakan mahasiswa, sementara warna putih merupakan tampilan jilbab mahasiswi. Paduan merah putih itulah yang pada gilirannya memperkuat filosofi kebangsaan flashmob UMM. Kegiatan pembukaan juga dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.
Kemudian, lanjut Shobrun, hari kedua ditandai safari rektor beserta jajarannya di sepuluh fakultas penyelenggara Pesmaba. Melalui safari ini, Rektor menyambangi satu per satu fakultas untuk mengetahui secara langsung keunikan pelaksanaan Pesmaba di masing-masing fakultas.
“Safari Rektor sekaligus menjadi ajang silaturrahim agar mahasiswa baru lebih mengenal pejabat di tingkat universitas,” jelas Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM ini.
Sementara itu pada hari ketiga Pesmaba, pernak-pernik kekhasan fakultas makin terlihat karena mereka diberi kebebasan berkreasi dalam mengonsep acara, asalkan tetap bersifat edukatif dan religius. Hal itu sejalan dengan slogan Pesmaba, yaitu ‘UMM KER’ yang merupakan akronim dari Kreatif, Edukatif dan Religius.
Selain itu, ‘KER’ juga memiliki arti menarik dalam bahasa walikan Malang di mana ‘Rek’ merupakan panggilan hangat pada seseorang agar terasa lebih akrab. Slogan ini memang disiapkan untuk menyambut mahasiswa baru dengan sapaan yang hangat agar mereka merasa betah dengan suasana kampus ini karena telah dianggap menjadi bagian dari keluarga besar jas merah kampus putih UMM.
Dengan slogan tersebut, Shobrun berharap Pesmaba bisa terhindar dari kegiatan yang bersifat hura-hura, perploncoan, serta hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.
“Untuk itu, dalam pelaksanaannya, kami mengintruksikan pada seluruh panitia agar tidak melakukan tindak kekerasan, baik dalam bentuk hukuman fisik maupun perkataan yang keras dan kasar,” terangnya.
Adapun di hari terakhir, mahasiswa dari seluruh fakultas kembali berkumpul di UMM Dome untuk melakukan penutupan. Di momen ini, akan ditampilkan ragam kreasi mahasiswa, baik dari perwakilan mahasiswa baru hingga berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus ini. Di acara penutupan ini, ditayangkan pula film Pesmaba dalam bentuk sekuel miniseri ‘Jas Merah Kampus Putih’. (*/sir/oci)