Orangtua Siswa Ungkap Dugaan Pungutan


ilustrasi biaya pendidikan sekarang

MALANG - Dugaan pungutan kepada siswa baru mulai muncul di awal tahun ajaran baru. Kemarin, calon wali murid baru SDN Bumiayu 1 mengadu kepada Malang Corruption Watch (MCW) terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) di calon sekolah tempat anaknya akan menuntut ilmu. Dalam hearing antara MCW dan Dinas Pendidikan (Dindik) kemarin. Pungutan yang dilakukan sekolah kabarnya untuk keperluan membangun gerbang baru.
“Katanya untuk meninggikan gerbang sekolah setinggi satu meter, padahal pembuatan gerbang baru selesai enam bulan lalu,” ujar Sri Isnani, salah satu calon wali murid.
Terkait hal tersebut, Ketua Komisi D, DPRD Kota Malang, Imam Fauzi mengatakan telah meminta pihak Dinas Pendidikan (Dindik) menyelidiki temuan tersebut. “Prinsipnya, jenjang SD dan SMP tidak dipungut biaya sepersen pun, kalau ada temuan begini saya meminta Dinas untuk turun menyelidiki,” jelasnya.
Apabila terbukti melakukan tindakan pungli, pihak sekolah wajib mengembalikan uang yang telah ditarik kepada masyarakat. “Karena dalam Perwali, wajib belajar 9 tahun tidak dipungut biaya sepersen pun,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Malang saat ditemui setelah melakukan rapat internal bersama Komisi D DPRD mengaku belum mendapat laporan tersebut secara langsung. Ia berjanji akan segera menerjunkan pengawas sekolah untuk mengklarifikasi berita tersebut ke sekolah yang dimaksud.
“Saya belum berani memberi tanggapan kalau belum ada laporan, saya akan minta pengawas sekolah untuk menyelidiki,” tegasnya. (nia/oci)