Pendaftaran UNP Tinggal Tiga Hari

CEK LOKASI: Para peserta UNP tahun lalu yang mencoba mengecek lokasi, komputer dan server di SMKN 4 Kota Malang. (ALFINIA PERMATA SARI/ Malang Post)

MALANG - Peserta Ujian Nasional Perbaikan (UNP) sudah bisa melakukan prosedur daftar ulang terhitung mulai hari ini (9/8) hingga Kamis (11/8), di satuan pendidikan penyelenggara. Rencananya, lokasi ujian akan ditempatkan di SMAN 4 dan SMKN 4 Kota Malang.
Menurut Budiono, Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Malang, beberapa hal yang perlu dibawa adalah Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN) asli dan satu lembar fotocopy, ijazah asli, pas foto 3x4 sebanyak tiga lembar dan kartu identitias, seperti KTP atau SIM. Fungsi dari lembaran asli yang dibawa, menurut Budi, adalah untuk verifikasi. Sementara jika ada peserta yang belum memiliki ijazah karena belum keluar, minimal dapat dipertanggung-jawabkan melalui KTP, SIM atau Kartu Mahasiswa yang dibawa.
Setelah melakukan proses daftar ulang, selanjutnya peserta UNP diwajibkan untuk mencetak kartu sendiri. Jadwal selanjutnya adalah uji coba untuk mata pelajaran (mapel) yang ditempuh, di lokasi ujian yang telah ditentukan, mulai 22 hingga 24 Agustus 2016.
Adapun pelaksanaan UNP berlangsung pada tanggal 29 Agustus hingga 7 September 2016. Sedangkan hasil akan diumumkan pada tanggal 17 September 2016. Budi memaparkan, pendaftar UNP dari jenjang SMA berjumlah sebanyak 716 siswa dan dari jenjang SMK berjumlah sebanyak 1.208 siswa.
Berbeda dengan tahun lalu, Budi mengungkapkan jika peserta tahun ini cenderung lebih sedikit. Hanya saja, meski tahun lalu pendaftar lebih banyak, namun saat ujian berlangsung peserta yang hadir justru lebih sedikit.
“Mungkin terkendala jadwal kuliah,” kata Budi mencoba menduga-duga. Selain itu, ada perubahan baru pada pelaksanaan UNP tahun ini. Jika tahun lalu, pendaftaran dilakukan oleh masing-masing sekolah, hal ini justru dilarang tahun ini.
“Memang ada positifnya kalau sekolah yang mendaftarkan, sewaktu-waktu saat dibutuhkan nilainya sudah bagus. Tetapi kesannya, sekolah memaksakan padahal ini kehendak siswa,” bebernya.
Peranan sekolah, dalam hal ini hanya sebagai media dalam memberi saran kepada peserta. “Tapi yang daftar harus tetap peserta sendiri,” tegas Budi.
Berkaitan dengan penandatanganan ijazah UNP, Dinas Pendidikan (Dindik) telah mengusulkan kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), agar tanda tangan ijazah bisa dilakukan oleh Dindik. “Kalau dulu kepala sekolah tempat penyelenggara UNP, jadi kalau bisa ada tanda tangan dari Dinas,” kenangnya.
Budi menjelaskan, mengacu pada pengalaman tahun lalu, banyak user yang mempertanyakan keabsahan ijazah tersebut, karena ditanda-tangani oleh kepala sekolah penyelenggara. “Kami baru mengusulkan, belum diputuskan,” tutupnya. (nia/oci)