Pentingnya Sertifikasi untuk Sejarawan

MALANG – Program Studi Sejarah Universitas Negeri Malang (UM Malang ) mengadakan sosialisasi tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam bidang kebudayaan. Sosialisasi ini diadakan karena sering munculnya permasalahan relevansi kompetensi di dunia kerja. Hadir sebagai pembicara sekaligus narasumber, Hilmar Farid,P.Hd Dirjen Kemenertian Pendidikan dan Kebudayaan. “Standar kompetensi ini penting untuk sejarawan, seniman, atau budayawan,” ujar Hilmar. Ia mengatakan, standar kompetensi berupa sertifikasi ini tidak hanya berguna bagi pencari kerja, namun juga bagi para pemberi peluang kerja di dunia industri dalam melakukan proses rekrutmen. “Bagi pembuka peluang kerja standar kompetensi berguna untuk penataan dan perencanaan SDM di perusahaan,” ungkapnya. Ia mengatakan, standar kompetensi tidak hanya berguna bagi pencari kerja tapi juga para pemberi kerja dalam melakukan rekrutmen, dalam mengembangkan dan menata perencanaan SDM di tempat kerja “Untuk bidang sejarah, penetapan standar kompetensi akan berguna antara lain untuk memperbaiki kualitas pengajaran sejarah di berbagai jenjang pendidikan,” jelas Hilmar. Ia menegaskan, sertifikasi profesi standar kompetensi di bidang sejarah bukan untuk menetapkan pengakuan terhadap status seseorang sebagai sejarawan “Sertifikasi ini berlaku untuk pengembangan profesi yang terkait dengan pengetahuan sejarah, terutama tenaga ahli, konsultan, penulis dan peneliti,” tukasnya. (mgb/oci)