Penyebaran KIP Baru 40 Persen


TINJAU : Mendikbud Profesor Dr Muhajir Effendy MAP, saat memantau distribusi KIP di SDN 01 Mangliawan, Pakis,02/09/2016

MALANG – Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Malang, baru terserap 40 persen. Dari sekitar 71.000 pelajar yang berhak menerima KIP, baru 19.000 pelajar yang telah menerima. Hal ini terungkap saat Mendikbud, Prof Muhajir Effendy MAP, memantau distribusi KIP di SDN 01 Mangliawan, Pakis, kemarin pagi.
Saat melakukan pemantauan itu, Mendikbud didampingi dua anggota Komisi X DPR RI Dapil Malang Raya, Latifah Sohib dan Ridwan Hisyam. Turut hadir, Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, IR Budi Iswoyo.
“Saya berharap pendistribusian KIP ini sudah terselesaikan sebelum akhir bulan September 2016 nanti,” ujar Muhajir kepada wartawan. Menurutnya, jika sampai akhir September 2016 mendatang penyaluran KIP tidak maksimal, harus dihentikan.
Pihaknya akan mencari cara lain untuk mendistribusikan KIP dengan cepat dan tepat saasaran. “Pihak desa, UPTD maupun kecamatan, harus proaktif untuk mendistribusikan KIP ini. Selain itu, kepala sekolah penerima, harus jemput bola dan langsung mengecek ke lapangan,” tegasnya.
Menurut dia, pihak desa harus menyerahkan dana KIP ini harus benar-benar tepat sasaran dan dipergunakan untuk keperluan siswa. Seperti membeli buku, membeli seragam dan perlaengkapan sekolah lainnya.
Diapun mengimbau kepada masyarakat, supaya turut mengawasi pendistribusian KSP dan melaporkan bila ada penyelewengan. “Kami optimis penyaluran KIP akan selesai sebelum akhir September 2016 nanti,” tambah Rendra.
Mungkin sudah sampai ke tangan orang tua pelajar masing-masing, namun berlum dilaporkan. Selain itu, mungkin juga ada yang ngendon di Kantor Desa, karena terkendala pendistribusian,” ucapnya di tempat sama.
Dia menjelaskan, KIP ini hanya untuk siswa miskin yang telah lolos verifikasi. Sedangkan setiap satu pelajar yang memegang KIP, akan mendapat uang sebesar Rp 450.000 per tahun. Sehingga, keberadaan KIP ini sangat penting.
“Dan dibutuhkan bagi pelajar yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu. Keberadaan KIP ini sangat memberikan manfaat bagi para penerimanya. Lantaran sedikit mengurangi beban dari pelajar tersebut, untuk membeli perlengkapan sekolah,” pungkasnya. (big/mar)