Perbaikan Ekonomi di Tangan Wirausahawan

MALANG – Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) mengadakan kuliah umum dengan tema Membangun Ekonomi Inodenesia Menghadapi Persaingan Global. Hadir sebagai narasumber dari enterpreuner Indonesia Hary Tanoesoedibjo atau yang akrab di sapa HT. HT memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda yang kompetitif di era Global untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dalam kedaulatan ekonomi. “Generasi muda adalah generasi yang paling berpotensi untuk mendapatkan sebuah kesuksesan untuk masa depan bangsa,” ujar HT pada kuliah tamunya. HT sebagai tokoh enterpreuner yang sukses di Indonesia berharap nanti NKRI bisa menjadi negara yang memiliki banyak investasi pemuda penerus bangsa untuk kedaulatan ekonomi. “Kedaulatan ekonomi kita masih kurang, yang miskin semakin miskin yang kaya menjadi semakin kaya,” lanjut HT menjelaskan tentang terjadinya kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Terlebih HT mengatakan, jika kesenjangan ekonomi di Indonesia bisa diatasi dengan peran-peran generasi muda dalam mewujudkan cita-cita bangsa untuk poin berdaulat khususnya dalam bidang ekonomi. “Peran generasi muda khususnya mahasiswa sudah harus dibentuk mindsetnya untuk membangun negerinya,” ucap HT dengan nada tegas ketika memberikan kuliah umumnya. HT mengatakan jika solusi untuk memperbaiki kesenjangan yang di support oleh peran mahasiswa adalah dengan menjadikan sebuah pergeseran baru, yaitu dengan menaikkan kelompok menengah menjadi menengah ke atas. “Itulah gambarannya, jadi tugas kalian nanti adalah PR itu bagaimanapun caranya memperbaiki kedaulatan ekonomi dengan menjadi seorang wirausahawan” ucap HT. HT berpesan kepada para mahasiswa untuk terus berusaha menjadi seorang pengusaha sukses, sehingga mampu mengatasi masalah kedaulatan perekonomian di era global yang semakin kompetitif. “Menjadi seorang pengusaha adalah cara yang tepat untuk menaikkan kelas, karena jika ruang kosong diantara kesenjangan kelas menengah dan menengah keatas diisi dengan kalian yang memilki uang, maka kedaulatan untuk pemerataan ekonomi di Indonesia akan teratasi perlahan,” tegas HT. (mgb/oci)