PMR Adu Kreatifitas Mading 3D


PROSES KREATIF : Para peserta PMR yang mengikuti Lomba Mading 3D yang digelar KSR PMI Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), tengah membuat Mading 3D. (Sinta/Malang Post)

MALANG – 16 tim Palang Merah Remaja (PMR) SMP dan SMA di Malang beradu kreatifitas dalam membuat Mading 3D. Lomba Mading 3D yang digelar KSR PMI Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) itu mengambil tema pendidikan kesehatan, agar para siswa sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan.
“Kami memberikan kebebasan kepada peserta untuk lingkungan yang dibidiknya,” ujar Ketua Panitia Lomba Mading 3D, Shinta Rokhmasari kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba itu, yaitu, kesesuaian dengan tema, keindahan kreatifitas dan pengetahuan peserta tentang wawasan lingkungan sehat.
“Point penting adalah tentang kesehatan lingkungan. Sehat yang memang ini adalah tujuan kami,” ungkap Shinta.
Ia mengatakan, point penting ini harus dimiliki oleh seluruh tim, karena tim akan mempresentasikan hasil karya Mading mereka. Dari hasil serta proses presentasi bisa diketahui seberapa dalam wawasan mereka tentang lingkungan sehat.
“Ini ajang kreatifitas dan juga akademis, bagaimanapun juga selain akademis secara wawasan peserta juga harus mempunyai kreatifitas, dan juga termasuk keindahan,” tambahnya.
Selain wawasan menurutnya, peserta juga harus mempunyai ide dan kreatifitas, sesuai tema besar madingyang  berbasis 3D. “Membuat 3D ini tidak mudah, setiap orang harus bisa membuat kreatifitas yang bisa dipamerkan. Kreatifitas ini menjadi point penilaian kedua kita,” kata Shinta menjelaskan urutan point yang dipakai sebagai bahan penilaian.
Setelah dua point besar tersebut terpenuhi, nilai akan diakumulasikan dan kemudian dijadikan sebagai nilai akhir yang menjadi penentu akhir penentu juaranya.
 “Ada juga nilai untuk keindahan, namun nilai keindahan tidak jauh berbeda dengan nilai kreatifitas,” tutupnya. Ia berharap dengan adanya ajang lomba ini bisa membuka wawasan siswa untuk lingkungan sehat, agar bisa diterapkan dalam kehidupan keseharian mereka. (mgb/aim)