Polinema akan Buka S2 Terapan


TEST: Polinema akan membuka jalur S2 Terapan Teknik Elektro. Jika tak ada kendala, rencananya program tersebut akan dibuka tahun ajaran ini. (HUMAS POLINEMA/ Malang Post)

MALANG - Politeknik Negeri Malang (Polinema) akan membuka jalur S2 terapan Teknik Elektro. Saat ini, proses perijinan sudah diajukan ke Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) dan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pendirian.
“Proses pendiriannya dari Kementrian kemudian ke BAN PT lalu dikembalikan ke Dikti, baru diterbitkan suratnya,” ujar Direktur Polinema, Dr. Ir. Tundung Subali Patma, MT., dalam sebuah kesempatan.
Saat ini, Tundung menjelaskan apabila posisi surat sudah berada di BAN PT dan sudah mendapat persetujuan. Selanjutnya, tinggal menunggu terbitan SK dari Kemenristek-Dikti. Tundung menargetkan, tahun ini sudah bisa membuka kelas perkuliahan. Namun, apabila surat tak kunjung turun maka pembukaan kelas diundur hingga tahun depan.
“Kalau terbitnya Agustus nanti, berarti mulai kuliah October,” harapnya. Tundung mengatakan, proses pengajuan pembuatan program S2 terapan tersebut sudah memakan waktu selama dua tahun.
Adapun kuota awal yang ditargetkan adalah menjaring minimal 15 mahasiswa dan batas maksimal 24 mahasiswa. Sedangkan dari kualifikasi dosen, Tundung mengaku untuk program tersebut akan dibina langsung oleh dosen dengan gelar doktor.
“Dosen kami sudah banyak yang bergelar doktor,” tukasnya.  
Ia pun mengenang sepak terjang perjuangan Polinema dalam mengadakan jalur S2 terapan tersebut. Awalnya, kampus yang terletak di sepanjang jalan Soekarno-Hatta itu akan mendirikan S2 terapan untuk jurusan Akuntansi terlebih dahulu.
Sayangnya, jurusan tersebut tidak disetujui. Tak pantang menyerah, jajaran pimpinan Polinema pun beralih memperjuangkan Teknik Mesin agar memiliki program lanjutan yakni S2 terapan. Lagi-lagi Polinema mengalami kegagalan. Hingga akhirnya, Elektro yang disetujui oleh Kemenristek-Dikti.  
Tak mau berhenti hingga Teknik Elektro, Polinema juga akan mengadukan prodi-prodi lain untuk S2 terapan. “Tahun depan mau mengajukan banyak,” tutur Tundung. Sama hal nya dengan program D4, dalam S2 terapan nanti para mahasiswa akan mendapat 40 persen teori dan 60 materi praktikum.
“Hanya saja materi lebih kompleks ketimbang D4,” jelasnya.
Tundung pun tak menampik jika Polinema sempat mengalami kendala saat mengajukan S2 ke Kemenristek-Dikti, seperti kesiapan sumber daya manusia pengusul.
“Karena setiap pengusul atau prodi yang diusulkan minimal didukung oleh enam doktor. Sekarang Polinema siap karena memiliki total 55 doktor,” tukasnya. Rencananya, prodi yang akan diajukan untuk mendapat izin pendirian S2 terapan tahun depan adalah Akuntansi, Teknik Mesin dan Teknik Sipil. (nia/oci)