Prof. Bisri Pimpin Insinyur Se Jawa Timur

MALANG - Jabatan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S bertambah. Ia kemarin terpilih sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, menggantikan Ir. Ridwan Hisjam, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) di UB Hotel, Senin (15/8/16).
Sebagai akademisi, Bisri cukup menyoroti profesi insinyur saat ini yang semakin berkurang. Dia menyebutkan, selama ini ada gap antara profesi insinyur dengan sarjana. Dalam hal ini, sebenarya PII mempunyai potensi yang luar biasa terhadap perkembangan insinyur di Indonesia.
“Selama ini ada gap antara insinyur dan sarjana teknik. Beda dengan sarjana kedokteran, koas jadi dokter. Sarjana akuntansi mengikuti pendidikan profesi menjadi akuntan,” paparnya di hadapan para insinyur yang datang dalam Muswil tersebut.
Pendidikan profesi insinyur yang baru saja ini digagas oleh pemerintah, dirasa Bisri cukup melegakan para insinyur senior. Hanya saja, masih ada beberapa fokus yang perlu menjadi evaluasi. “Sekarang sudah ada pendidikan profesi insinyur, tapi syaratnya harus bekerja sekian tahun. Harusnya tidak begitu,” tuturnya.
Ia khawatir, jika lulusan sarjana teknik sudah bekerja, mereka justru tidak ada semangat untuk melanjutkan pendidikan profesi insinyur. “Mestinya tidak bersyarat. Tinggal kurikulumnya saja yang ditambah,” lanjutnya.
Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB tersebut menyebutkan, tantangan terbesar PII nantinya adalah menjadi kuat, sekuat profesi lain, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Fokus utamanya mengubah sarjana menjadi insinyur, supaya pendidikan profesi bisa masuk untuk membantu kurikulum.

“Sekarang lebih banyak sarjana ketimbang insinyur. Padahal insinyur adalah profesi. Setiap tahun semakin habis, kalau tidak segera diregenerasi,” jelasnya.
Di lain sisi, Ir. Ridwan Hisjam, Ketua PII Jatim sebelumnya mengatakan, terpilihnya Bisri melalui beberapa tahap pertimbangan. Proses pemilihannya pun berdasarkan musyawarah dan mufakat, bukan berdasarkan polling, sehingga tidak ada pihak yang merasa diberatkan dengan terpilihnya Bisri.
Ia menyebutkan, pertimbangan utama memilih Bisri karena ia memiliki latar belakang akademisi. “Kalau di era saya, kami berjuang membuat Undang-Undang (UU) tentang insinyur, sudah dapat. Era berikutnya adalah mengaplikasikan undang-undang tersebut. Oleh karena itu, kami sepakat sebaiknya menunjuk leader dari tenaga akademik,” paparnya kepada Malang Post.
Ridwan mengatakan, awalnya ada dua nama yang bakal mengisi tampuk kepemimpinan di PII Jatim, yakni Bisri, sebagai ketua PII Kota Malang dengan Prof. Daniel, sebagai ketua PII Surabaya, asal Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
“Setelah musyawarah bersama, akhirnya Prof. Daniel, menyerahkan tanggung-jawab tersebut kepada Prof. Bisri saja,” katanya.
Ridwan menjelaskan, Bisri memiliki waktu selama 21 hari untuk menyusun anggota baru. Jajaran anggota baru PII tersebut, nantinya akan dilantik pada pertengahan September 2016. (nia/han)