Rancang Kostum Elang Jawa dari Plastik


DAUR ULANG: Siswa membuat kostum dari bahan plastik bekas untuk l;omba fashion daur ulang memperingati Hari Lingkungan Hidup. (Foto Nia/Malang Post)

MALANG - Seekor elang Jawa dipastikan akan melenggak-lenggok cantik di Taman Chandra Wilwatika, Kabupaten Pandaan, Rabu (27/7) dan Kamis (28/7) mendatang. Elang Jawa tersebut bukanlah hewan sesungguhnya, melainkan hanya sebuah kostum karya SMKN 6 Kota Malang.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) menunjuk SMKN 6 sebagai wakil Kota Malang dalam lomba lingkungan hidup, untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia, tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sulaiman Sulang, SS, pembina lingkungan hidup SMKN 6 Kota Malang mengatakan, lomba yang diikuti sebenarnya terdiri dari tiga jenis, yakni lomba fashion daur ulang, produk ramah lingkungan dan pameran stand.
Sulaiman dan tim memilih menampilkan kostum Elang Jawa, karena dinilai hewan tersebut sudah mulai punah. Selain itu, berdasarkan falsafah Jawa, kehadiran burung Garuda juga berasal dari Elang Jawa. Kostum tersebut terbuat dari kain bekas tidak terpakai, kertas dan sisa plastik yang tidak digunakan.
“Kami menggunakan bahan bekas karena sesuai dengan tema dan aturan perlombaan,” kata Sulaiman.
Saat ini persiapan yang dilakukan sudah berjalan 80 persen. Sedangkan untuk stand pameran, SMKN 6 akan memamerkan mading tiga dimensi tentang satwa langka yang ada di Indonesia, seperti salah satunya adalah kura-kura.
Sementara untuk produk ramah lingkungan, SMKN 6 Kota Malang akan memamerkan sepeda motor cerdas sampah, alat biopori dan sepeda pancal midigasi. Ketiga produk tersebut merupakan produk unggulan karya siswa dan guru SMKN 6.
Dra. Dwi Lestari, MM, Kepala SMKN 6 mengatakan, semenjak surat penunjukan dari BLH tiba di sekolah tanggal 22 Juli 2016 lalu, pihak sekolah langsung menunjuk tim dan bekerja keras demi perlombaan tersebut.
Penunjukan tersebut dianggap Dwi sebagai bentuk amanah dari BLH, karena SMKN 6 Kota Malang merupakan sekolah berbasis teknologi peduli lingkungan. “Sekolah kami beberapa kali mendapat adhiwiyata dan terakhir menjadi adhiwiyata mandiri,” jelasnya.
Atas prestasi itulah, kemungkinan besar BLH mempercayakan perlombaan ini kepada SMKN 6 Kota Malang. Wujud komitmen peduli lingkungan hidup juga dibenamkan pada sikap siswa baru, melalui pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) beberapa waktu lalu.
“Karena lahan kami terbatas, jadi anak-anak kami beri motivasi memanfaatkan lahan yang terbatas ini untuk pengembangan lingkungan,” ujarnya. (nia/oci)