SD Muhammadiyah 9 Siap Terapkan Full Day School


MALANG - Jumat (3/9) lalu, SD Muhammadiyah 9 mendadak heboh. Tidak disangka, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI,  Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MA berkunjung ke sekolah di jalan Tumenggug Suryo ini. Kunjungan tiba-tiba ini menjadi sebuah kejutan bagi guru dan siswa, termasuk orangtua yang hendak menjemput pulang putra-putri mereka. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan, secara bergantian mereka bersalaman dengan sang menteri dengan penuh antusias. "Saya sendiri, tidak tahu kalau beliau mau kesni. Malah saya tahunya dari TU yang dapat informasi dari satpam. Kami senang sekali, ini merupakan penghargaan pak menteri pendidikan bisa hadir disini," ucap Sony Darmawan, selaku kepala sekolah.
 Di sela waktu kunjungannya ke Kota Malang, Muhadjir menyempatkan untuk mendatangi SD Muhammadiyah 9. Tujuannya untuk mengetahui kesiapan sekolah ini dalam mensukseskan program fullday school yang sementara ini menjadi wacana di Kementerian Pendidikan.
 Menanggapi hal ini, Sony mengaku kapan pun ditetapkan SD Muhammadiyah 9 siap jika aturan fullday school diberlakukan. Karena selama ini siswanya pulang pukul dua siang. Hanya selisih sedikit dengan batas waktu fullday school. Bahkan rata-rata siswa pulangnya jam 3 sore. “Karena sebagaian ada yang masih kegiatan pengayaan, remidi dan lain-lain. Kami rasa tidak akan kesulitan menerapkan fullday school. Insya Allah kami siap," ungkapnya.
Menurut sony, ada banyak manfaat jika siswa seharian berada di sekolah. Selain aktivitas terkontrol oleh guru, sosialisasi anak juga semakin kuat. "Mereka bisa belajar, berlatih, mengaji dan bermain dengan temanny. Dari pada di rumah hanya nonton tv dan bermain gadjet," katanya.
Full day school dianggap Sony dapat mempermudah tugas orangtua yang mempunyai aktivitas di luar rumah. Bagi mereka yang bekerja dari pagi hingga sore akan merasa tenang karena anak-anaknya berada dalam pantauan guru dengan kegiatan yang bermanfaat. “Dan kondisi orangtua siswa di sekolah ini memang rata-rata mempunyai kesibukan kerja hingga sore hari. Kalau fullday diterapkan kami kira sesuai dengan kondisi mereka,” tuturnya.
Terkait kekhawatiran anak akan jenuh di sekolah karena program fullday, Sony tidak sependapat. Sebab menurutnya, anak bersosialisasi dan beraktualisasi tempatnya di sekolah. “Kondisi saat ini berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Dimana tempat tinggal orangtua kebanyakan di lingkungan perumahan. Maka wahana yang tepat untuk anak ya di sekolah. Toh mereka disini kan juga bersama teman-temannya,” tukasnya.    
Di tempat terpisah, Muhadjir Effendy mengatakan model pendidikan full day school nantinya harus diterapkan sekolah dasar di seluruh wilayah Indonesia. Ia berharap generasi penerus bangsa bisa memiliki karakter yang positif agar ke depan bisa membenahi bangsa lebih baik lagi. Ia bangga melihat siswa-siswi sekolah dasar yang menunjukkan perilaku sopan santun. “Sudah banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang melamar untuk menjadi pilot project,” ungkapnya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini juga bangga akan perkembangan SD Muhammdiyah 9 yang begitu pesat. Saat didirikan pada tahun 2002 silam, sekolah ini memilki tidak lebih dari 20 siswa. Dan selama perjalanannya sejak 14 tahun yang lalu, kini SD Muhammdiyah 9 telah memiliki lebih dari 600 siswa. (imm/sir/)