Semarakkan Desa Ringinsari dengan Sejuta Aksi


MALANG - Kelompok KKN 78 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menggelar aksi sosial bagi warga Pedukuhan Sidomukti, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, usia 45 tahun ke atas, mulai Rabu (20/7) hingga Jumat (19/8). Acara yang digelar yakni pengobatan gratis, skrining penyakit tidak menular seperti mengecek gula darah, asam urat dan kolesterol.
Tak hanya itu, ibu hamil dan keluarga pun juga mendapat kesempatan tes golongan darah, sebagai bentuk kesiapan donor darah dalam persalinan. Kegiatan ini sudah berlangsung semenjak 7 Agustus 2016. Anggota KKN yang berjumlah 32 orang itu diberi nama sejuta aksi semarak kemerdekaan RI ke-71.
Aksi sosial selanjutnya adalah pengadaan berbagai macam lomba untuk menghibur warga, mulai dari lomba di bidang pendidikan seperti menggambar, mewarnai, membaca puisi, menciptakan puisi dan juga hafalan doa sehari-hari.
Di bidang kesenian, para mahasiswa memfasilitasi para warga untuk beradu dalam fashion show anak, lomba karaoke, lomba hijab dan make up. Tak ketinggalan pula lomba rakyat yang diadakan seperti pecah balon, koin dalam tepung, sunggi tempeh dan joget balon.
Aksi meriah berlangsung pada Senin (15/8). Dengan melibatkan siswa-siswi RA dan MI Sunan Giri, KKN 78 mengadakan kegiatan pagelaran budaya yang terdiri atas kirab budaya dan malam pentas budaya. Dalam kirab tersebut, terdapat penampilan berbagai macam pakaian adat dari Jawa, Bali, Madura dan Betawi, serta tarian khas Madura yang ditampilkan selama rute perjalanan Kirab Budaya.
Sedangkan saat malam pentas budaya, diramaikan dengan berbagai penampilan tarian khas dari beberapa daerah, diikuti dengan penyerahan hadiah kepada seluruh peserta lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Ini merupakan kali pertamanya diadakan Kirab Budaya di RA & MI Sunan Giri dan dapat berjalan dengan meriah serta disambut baik dan antusias bahkan oleh seluruh warga Desa Ringinsari. Saya sangat bangga dan berterima kasih atas seluruh kerja keras teman-teman KKN 78 UMM ini,” ujar Muklis, Kepala RA & MI Sunan Giri.
Kegiatan KKN tersebut ditutup dengan doa bersama, shalawatan, dan malam perpisahan bersama seluruh warga desa pada tanggal 17 Agustus 2016. Pujiono, selaku salah satu perangkat desa setempat, mengaku terkesan dengan kehadiran para anggota KKN 78 UMM.
“Terima kasih banyak kepada mas dan mbak KKN 78 yang telah memberikan suasana baru untuk Desa Ringinsari. Desa Ringinsari menjadi lebih berwarna. Warga sangat antusias dan menyambut baik seluruh program dari kelompok KKN 78 ini,” ucapnya dalam sambutannya pada acara shalawatan dan perpisahan.
Di lain sisi, Deny Hidayat, Kordes Kelompok KKN 78 UMM mengatakan, kelompoknya tak ingin tanggung-taggung dalam memaknai hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di desa Ringinsari. Demi menimbulkan kesan mendalam pada hati warga, kelompok KKN 78 berusaha berusaha mengolah suatu kegiatan yang tujuannya adalah bagian dari pengabdian masyarakat, khususnya kepada warga desa Ringisari, ditinjau dari berbagai aspek, seperti keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan budaya.
“Hal tersebut bertujuan agar warga desa Ringinsari menjadi tetap sehat, beridentitas dan berbudaya, cerdas, serta religius. Harapannya, kita dapat memaknai kemerdekaan Indonesia ini secara komplit dan utuh,” terang Deny. (nia/adv/oci)