Seribu Orang Berebut 100 Kursi Kedokteran UMM


RAMAI: Peserta tes tahap 1 usai mengikuti ujian, hari ini rencananya tes tahap 2 akan digelar. (HUMAS UMM/ Malang Post)

MALANG - Sebanyak 10.131 peserta akan memadati beberapa sudut ruang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka test penerimaan mahasiswa baru gelombang dua, hari ini.
Dari jumlah tersebut, Kepala Humas UMM Nasrullah M.Si menyampaikan, peminat terbanyak masih tetap tertuju pada jurusan kedokteran. Bahkan, pendaftar jurusan tersebut tercatat lebih dari seribu orang.
“Pastinya saya lupa, yang jelas seribu lebih yang mendaftar kedokteran,” katanya.
Sedangkan peserta yang diterima di jurusan tersebut pada gelombang kedua adalah seratus orang.
Selain itu, juga terdapat jurusan lain yang menjadi bidikan banyak peserta test penerimaan mahasiswa baru UMM, seperti Ilmu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Informatika dan Farmasi. Nasrullah menjelaskan, kuota untuk gelombang kedua ini adalah sebanyak 2.600 mahasiswa baru.
“Kalau gelombang pertama kami hanya mengambil 2.600, kurang lebih gelombang kedua juga segitu,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski nantinya masih ada pembukaan pendaftaran gelombang III, namun jurusan kedokteran tidak akan dibuka pada gelombang terakhir tersebut.
Nasrullah menambahkan, meski jumlah pendaftar naik tahun ini, namun UMM tetap akan menurunkan pagu penerimaan. Tahun lalu, UMM menurunkan hingga 7 ribu peserta, namun kali ini berkurang lagi menjadi 6.500 calon mahasiswa baru.
Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd mengatakan, hal ini dilakukan agar kampus lebih fokus pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
Selain itu, tingginya minat peserta masuk UMM, terutama untuk jurusan kedokteran, disinyalir akan memicu kehadiran joki. Fauzan mengajak seluruh dosen dan karyawan meningkatkan pengawasan ke berbagai penjuru. Tak tangung, sebanyak 610 pengawas akan diterjunkan menjaga keamanan selama proses ujian.
Meski demikian, Fauzan tetap mengimbau kepada pengawas agar bersikap ramah dan akrab kepada calon mahasiswa baru. Hal ini supaya tidak menimbulkan ketegangan dan mengganggu konsentrasi peserta saat mengerjakan.
“Tetap tegas terhadap pelanggaran apapun, namun sambutlah para calon generasi penerus kita dengan senyum hangat,” katanya. Fauzan juga menegaskan kepada peserta test agar tidak tergoda terhadap modus penipuan, dengan menawarkan sejumlah nominal demi bisa meloloskan peserta test.
“Kami pastikan bahwa satu-satunya jalur masuk ya melalui tes ini. Hasil tes sangat menentukan, bukan hanya formalitas. Segala bentuk ajakan apalagi yang menggunakan bujukan dengan membayar sejumlah uang, harus ditolak,” tegasnya. (nia/oci)