Sertifikasi Internasional SMK Dimulai dari LSP

KOMPETEN: Gelaran lomba kompetensi siswa SMK yang digelar beberapa waktu lalu di Kota Malang. (DICKY BISINGLASI/ Malang Post)

MALANG - Tantangan persaingan global tak dianggap main-main oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Selain ijazah, ia menargetkan pada tahun ajaran baru mendatang, seluruh lulusan pendidikan vokasi atau SMK juga mendapat sertifikasi kompetensi.
Misi Mendikbud disambut antusias oleh beberapa SMK di Kota Malang. Lasmono, S.Pd, MM, ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMKN 2 Kota Malang mengaku sudah responsif menanggapi wacana tersebut.
“Artinya giat ke arah sana sudah kami lakukan. Kami sudah memiliki LSP sendiri, khusus untuk Keperawatan dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan),” akunya kepada Malang Post.
Las, sapaan akrab, pun menyambut dan mengapresiasi rencana Mendikbud tersebut. Menurutnya, persaingan global jangan sampai dianggap main-main oleh masyarakat.
“Karena lulusan kita sebenarnya dari segi skill sudah mumpuni, tinggal sertifikasinya saja. Bukti otentik dari kompetensi yang belum ada,” tukasnya.
Pria yang juga berperan sebagai humas SMKN 2 tersebut menyatakan, LSP SMKN 2 Kota Malang sudah menguji sebanyak kurang lebih 210 siswa SMKN 2, dari kedua jurusan tersebut.
Meski demikian, SMKN 2 Kota Malang tidak menutup kemungkinan menerima peserta test kompetensi yang datang dari seluruh penjuru Jawa Timur.
“Karena kami sudah ditunjuk BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), maka kami harus menerima peserta di luar sekolah. Selama ini kami menerima dari seluruh Jawa Timur,” ujarnya.
Las mengatakan, seyogyanya masing-masing sekolah memiliki LSP sesuai dengan jumlah jurusan yang dimiliki. Namun, untuk mengajukan LSP ke BNSP bukan hal mudah. Sekolah juga perlu memiliki sumber daya, berupa asesor atau penguji dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang sesuai standardisasi BNSP.
“Makanya kami sekarang sedang mengajukan ke BNSP untuk empat jurusan kami yang lain,” akunya.
Berkaitan dengan sertifikasi internasional, SMKN 2 dan SMKN 4 Kota Malang, menjadi salah dua dari enam sekolah di Jawa Timur, yang ditunjuk untuk bekerja sama dengan pemerintah Jerman.
“Kalau di SMKN 2 untuk tenaga keperawatan dan tenaga sosial. Saat ini masih sinkronisasi kurikulum dengan provinsi, kalau deal sertifikasinya bisa internasional seperti yang diharapkan pak menteri,” katanya.
Sama halnya dengan SMKN 2, Drs. H. Wadib Su’udi, M.M, Kepala SMKN 4 Kota Malang mengatakan, sekolah yang terletak di Jl. Tanimbar itu sudah memiliki LSP semenjak tahun 2015, untuk Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Multimedia.
Sertifikasi menurut Wadib, sebenarnya bukan hal baru bagi SMKN 4. Namun, sepakat dengan misi Muhadjir, ia pun berangan-angan semakin banyak jurusan yang mengeluarkan sertifikasi, akan semakin bagus lulusan pendidikan vokasi di tanah air.
“Memang sertifikasi itu penting. Apalagi untuk zaman sekarang. Perusahaan membutuhkan lulusan berkompetensi melalui label sertifikasi,” tuturnya. Bahkan untuk tahun kelulusan mendatang, SMKN 4 akan membekali lulusan dengan dua sertifikasi dan satu ijazah.
“Yang satu sertifikasi bahasa Inggris, satunya lagi sertifikasi kompetensi dan satu lagi ijazah,” urainya.
Dengan demikian, jika sertifikasi internasional diberlakukan, SMKN 4 Kota Malang sudah memiliki kesiapan. (nia/oci)