Sinkronisasi dengan Kebutuhan DUDI


MALANG – Sinkronisasi untuk menuju ke dunia industri dan usaha (DIDU) pada program TKJ yang berlandaskan pada penawaran jasa sangat dibutuhkan.  8 Malang menerapkan model sinkronisasi dengan uji level di tiap tingkatan kelas.

“Kita memberlakukan sinkronisasi dan uji level ini adalah untuk memberikan gambaran kepada siswa TKJ bagaimana di dunia kerja, karena dengan kegiatan ini mereka tahu karakteristik komponen industri dari waktu ke waktu,” ungkap Priyo Adi S.St Guru produktif TKJ SMKN 8 Malang.

Priyo menjelaskan jika materi yang didapatkan di dalam kelas tidak akan bisa membekali siswanya untuk nantinya masuk ke dunia kerja.
”Kita benar-benar mempersiapkan anak-anak, dengan sinkronisasi uji level seperti ini mereka bisa tahu perkembangan industri,” tambah Priyo.
Priyo menjelaskan, kebutuhan industri dari waktu ke waktu semakin mengalami perkembangan, dengan adanya sinkronisasi siswa bisa membaca kebutuhan industri di masanya.

“Program sinkronisasi uji level sendiri dilakukan di luar kurikulum yang ditetapkan pemerintah, tiap kelas kita berikan program ini, mereka ujian dan kita berikan industri apa saja yang sedang berkembang misalkan CMS, Mikrotik, dan Astinet, semua bergerak dalam bidang jaringan,” tambah Priyo.

Ia mengatakan, dengan adanya sinkronisasi dan uji level di tiap jenjangnya, selain siswa bisa termotivasi untuk membaca dunia industri yang berkembang di masanya, bagi tim guru juga lebih mudah untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan siswanya.

Dengan adanya evaluasi, sekolah akan menghasilkan lulusan yang berkualitas karena selalu ada penilaian dari hasil evaluasi.
“Evaluasi nantinya juga akan ada masukan dari industri, dan juga penilaian dari mereka sudah layakkah jika siswa ini nantinya bergelut di dunia IT di eranya. (mgb/oci)