Siswa Cadangan, Tunggu Hingga Registrasi Selesai


MALANG - Rangkaian pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditutup dengan pengumuman jalur online reguler pukul 10.00 WIB kemarin, serentak di seluruh sekolah negeri. Dari peserta yang lolos melalui jalur reguler online, beberapa di antaranya merupakan akumulasi dari peserta jalur wilayah yang tidak melakukan daftar ulang.
Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Budiono menjelaskan, apabila ada calon peserta didik baru yang lolos jalur wilayah, kemudian saat proses pendaftaran ia tidak melakukan registrasi, ia dianggap gugur.
Selanjutnya, untuk mengisi kekosongan dari jumlah pagu, sistem online secara otomatis akan mengakumulasikan dari pendaftar online reguler. “Misalkan di SMAN 4 jumlah pagu total 274, jalur wilayah memiliki pagu 74, dari jalur tersebut tidak mendaftar ulang satu orang, maka dari 274 siswa dikurangi 73 siswa dari jalur wilayah, ditambah satu dari jalur reguler,” paparnya.
Hasil dari rumusan tersebut, secara otomatis oleh sistem akan diambil dari pendaftar reguler, demi memenuhi jumlah kebutuhan kuota pagu dari sekolah tersebut. Budi menjamin, PPDB tahun ini bebas dari manipulasi data. Sebab semua data tersaji secara online dan masyarakat pun turut serta mengawasi.
“Banyak yang menganggap metode ini sebagai modus Dinas Pendidikan (Dindik) melakukan kecurangan, mari kita buktikan. Wong semuanya sudah tersaji secara online dan masyarakat bisa mengawasi,” tegasnya.
Selain itu, berdasarkan pengakuan Budi, bangku cadangan juga banyak yang menilai sebagai lahan permainan. Nyatanya, seluruh kegiatan PPDB telah diolah oleh sistem, termasuk proses pengelolaan bangku cadangan.
Sebelum menjelaskan kepada Malang Post, ia menegaskan bahwa hasil penerimaan jalur reguler online dan bangku cadangan adalah dua hal berbeda. Bahkan bisa jadi, nama-nama yang berada di bangku cadangan ini memiliki nilai jauh lebih rendah ketimbang siswa baru dari jalur reguler online dengan nilai terendah.
“Jadi, setelah jadwal daftar ulang PPDB jalur online reguler ditutup, maka sistem akan menganalisa jumlah peserta lolos yang tidak melakukan prosedur daftar ulang. Setelah ketahuan, otomatis sistem akan berputar sesuai orbit dan memasukkan nama anak yang telah masuk dalam daftar cadangan,” ujarnya.
Budi menambahkan, cadangan diterima jika ada yang mengundurkan diri dari jalur online reguler. Nama-nama tersebut dapat diketahui setelah daftar ulang terakhir. Ia pun menegaskan, cadangan sebenarnya tidak memiliki kuota, namun ada daftar nama calon yang dicadangkan.
Kebijakan cadangan merupakan hal baru dalam PPDB tahun ini. Tujuannya untuk memberi kesempatan kedua bagi peserta yang tidak lolos melalui jalur online reguler. “Cuman ya sabar, tunggu dulu sampai pengumuman tuntas,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Malang, Dra. Zubaidah MM, mengatakan apabila PPDB tahun ini berjalan maksimal, meskipun diwarnai dengan kebijakan baru seperti jalur wilayah.
Menanggapi banyaknya protes orang tua yang kurang puas dengan rekomendasi Dinas Pendidikan kepada calon peserta didik baru dari verifikasi prestasi, ia berpendapat hal itu akibat rasa kecewa orang tua yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. “Kemarin kan sudah dijelaskan oleh pak Wakil Wali Kota, kalau sekolah tetaplah sekolah formal, yang mengutamakan nilai akademik di luar capaian prestasi anak-anak,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk besar hati menerima rekomendasi tersebut. “Kami sudah melakukan yang terbaik, dengan memberikan pilihan sekolah yang sesuai dengan kemampuan akademik siswa dan juga dapat memfasilitasi mereka di prestasi yang telah mereka raih,” urainya.
Ia mengatakan, segala peraturan menyangkut PPDB telah disosialisasikan melalui kepala sekolah masing-masing. Sekaligus juga ditampilkan juklak juknis-nya melalui website Dinas Pendidikan. “Di situ sudah dijelaskan semuanya, termasuk kriteria verifikasi prestasi bagaimana,” tukasnya. (nia/han)