Siswi di Sekolah Wajib Panjangkan Rok


ROK PANJANG: Sebagian siswa di SMA negeri sudah mengenakan rok panjang meski tidak berjilbab. (IPUNK PURWANTO/DOK MALANG POST)

MALANG - Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dindik) akan memberlakukan instruksi mengenai aturan rok seragam di bawah lutut, bagi siswa, guru dan karyawan, baik sekolah negeri dan swasta yang tidak berkerudung. Aturan tersebut juga berlaku untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibawah naungan Dindik Kota Malang.
Kadindik Kota Malang, Dra. Zubaidah MM mengatakan, instruksi akan diturunkan melalui Surat Edaran (SE) yang saat ini sedang dirancang oleh Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen).
“Aturannya tidak hanya kepada sekolah negeri saja, tetapi juga sekolah swasta,” jelasnya.
Kepada sekolah swasta dibawah yayasan non Islam, Zubaidah melanjutkan, panjang rok tidak perlu sampai mendekati mata kaki.
“Menyesuaikan saja, yang penting panjang di bawah lutut,” jelasnya. Zubaidah menambahkan, SE tersebut dirancang menjadi satu dengan aturan juklak juknis Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB). Seragam olahraga pun tak luput dari peraturan ini.
“Celana olahraga pun juga panjang dibawah lutut,” tegasnya.
Sementara itu, Budiono, Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Malang membenarkan hal tersebut. Ia mengaku saat ini tim Dikmen tengah membahas rancangan dari SE, sebelum disebarkan ke beberapa sekolah.
Sebenarnya, lanjut Budi, aturan tersebut sudah dibuat dari jauh-jauh hari, mengacu pada aturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Budi menjelaskan, dalam SE tersebut pegawai sekolah terutama PNS juga tidak diperkenankan memakai celana kain selama bertugas.
“Tetap pakai rok, yang dibawah lutut. Banyak yang beralasan sulit jika naik sepeda motor, tapi kami rasa itu semua bisa diatasi,” jelasnya. Ia menargetkan dalam kurun waktu satu minggu ini, SE tersebut sudah rampung dan siap dikirimkan ke sekolah.
“Sebenarnya sudah dibuat dan dibahas sebelum puasa, cuman ini akan digodok ulang materinya,” terangnya.
Disinggung soal sanksi, Budiono menjelaskan apabila pembahasan mengenai hal tersebut masih dirapatkan.
“Apabila masih ada pihak yang belum melakukan itu masih belum ada sanksi yang jelas. Tetapi yang pasti teguran akan diberikan langsung oleh bu Kadin (Kadindik),” ujarnya.
Meski aturan ini baru akan diterbitkan, Budi mengaku sudah banyak siswi maupun guru putri yang tidak berkerudung, memakai rok panjang di bawah lutut.
“Praktiknya sudah dijalankan, tetapi memang tidak menutup kemungkinan masih ada yang rok nya selutut atau diatasnya,” tutup Budi. (nia/oci)