SK Kartu Indonesia Pintar Jenjang SMP Turun

TURUN: Para siswa menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk jenjang SMP yang SK nya sudah turun.(FOTO: IPUNK/MALANGPOST)

MALANG - Kabar gembira bagi siswa SMP. Pasalnya, Surat Keputusan (SK) turunnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk jenjang SMP sudah turun. Dodik Teguh Pribadi, Kasie Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Malang mengungkapkan hal tersebut kepada Malang Post, kemarin.
Dodik mengungkapkan, selama ini, orang tua banyak yang melapor ke Dinas Pendidikan (Dindik), padahal semestinya laporan tersebut disampaikan ke sekolah. Ia pun mengimbau kepada orang tua yang sudah memiliki KIP agar melapor ke sekolah, agar didaftarkan ke data pokok pendidik (dapodik).
“Pengajuan KIP dari kelurahan, kelurahan dapar dari legislatif. Oleh karena itu, mohon sekolah segera mendaftarkan nama yang bersangkutan ke dapodik, untuk dibuatkan SK nya,” tuturnya.
Orang tua pun juga mendapat imbauan agar segera melapor ke sekolah supaya dana bisa segera turun. Dalam pendistribusian KIP, pihak kelurahan mempunyai peranan penting. “Memang KIP ini gawe nya Dinas Pendidikan, tetapi data tentang anak tersebut termasuk keluarga, kelurahan yang pegang,” ujarnya.
Adapun prosedur bagi penerima KIP yang bersekolah di lembaga pendidikan formal, cukup membawa kartu yang dimiliki ke sekolah untuk didaftarkan sebagai calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Nama yang terdaftar akan tercantum dalam verifikasi Indonesia Pintar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Bagi anak dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum menerima KIP dan sudah bersekolah di lembaga pendidikan formal, juga dapat membawa kartu yang dimiliki ke sekolah disertai dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga (KK), atau surat pernyataan bahwa anak tersebut adalah anak pemegang KKS.
Selanjutnya, sekolah yang kemudian akan memasukkan data nomor KIP dan KKS calon penerima PIP ke dalam dapodik. Usia yang berhak mendapatkan KIP adalah antara usia 6 hingga 21 tahun. Nantinya, setelah urusan selesai dan SK dapat diturunkan, orang tua bisa langsung mengambil dana di bank yang telah ditentukan. “Kalau SMP dan SMK di BRI, kalau SMA di BNI,” terangnya.
Dana yang didapat untuk jenjang SMP adalah sebesar Rp 750 ribu per tahun, yang biasa diterima setiap semester. Selanjutnya untuk jenjang SMA dan SMK, dana yang diperoleh adalah sebanyak Rp 1 juta per tahun. Sedangkan untuk jenjang SD, besaran dana yang didapatkan adalah Rp 450 ribu per tahun. (nia/udi)