SMAN 7 Bentuk Program Pemetaan Lingkungan

Drs Supriyono M.S

MALANG - SMAN 7 Malang menerapkan program pemetaan lingkungan untuk membentuk karakter siswa yang mempunyai kepekaan terhadap lingkungan. Kepala SMAN 7 Malang, Drs Supriyono M.S. mengatakan, salah satu upaya pemetaan lingkungan yang diterapkan SMAN 7 adalah bekerjasama dengan GIZ PAKLIM, sebuah organisasi yang berpusat di Jerman yang menangani tentang lingkungan.
’’Kami menilai pentingnya pemetaan lingkungan untuk membentuk karakter kepekaan siswa, agar mereka mengetahui bagaimana lingkungan sekitar yang bermasalah dan solusinya seperti apa yang harus dilakukan. Nantinya siswa akan dibentuk sebagai problem solver, atau pemecah masalah,” kata Drs Supriyono M.S, yang akrab disapa Pak Pri ini kepada Malang Post, kemarin.
Pak Pri juga menambahkan, jika dirinya ingin mempunyai siswa yang bisa bertindak sebagai pencari jalan keluar atau pemecah masalah. “Melalui pemetaan lingkungan ini, jika siswa berada dalam lingkungan kehidupan sosial, maka ia diharapkan bisa membentuk karakter menjadi pemerhati lingkungan dan menjadi pemecah masalah ketika nanti berada di lingkungan sosial dan di dunia luar,” tambahnya.
Menurut Pak Pri, jika siswanya kelak sudah keluar dari SMAN 7 Malang, bisa diandalkan dalam penyelesaian permasalahan lingkungan. “Sesungguhnya kepekaan terhadap lingkungan sudah seharusnya dibentuk sejak dini, karena kepekaan lingkungan nantinya akan menggali kepekaan sosial,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan jika GIZ PAKLIM merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan, yang memang sering mengadakan kegiatan di sekolah-sekolah. Ia pun berharap jika nanti ada kegiatan GIZ PAKLIM di lingkungan sekolahnya agar siswanya betul-betul memperhatikan materi yang disampaikan, serta mempraktikkan diluar sekolah atau minimal di dalam sekolah. (mgb/udi)