Tahun Ini SBMPTN Diklaim Bebas Joki


LANCAR: Panitia SBMPTN Malang menilai sudah beberapa tahun ini tidak lagi ada Joki dalam seleksi PTN. (Foto Dicky Bisinglasi/Dok Malang Post)

MALANG - Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kota Malang tahun ini bebas dari unsur perjokian. Hal itu diungkapkan oleh Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd, rektor Universitas Negeri Malang (UM), sekaligus Penanggung-Jawab (PJ) SBMPTN Panitia Lokal (Panlok) 55.
Rofi mengungkapkan, di Kota Malang sendiri, sudah beberapa tahun lalu tidak menangkap Joki. Ini karena standard mutu dan penjagaan selama ujian berlangsung semakin diperketat.
“Kami sudah mengadakan evaluasi untuk seluruhnya, biasanya sebelum laporan akhir ketemu persoalan yang muncul, tetapi tahun ini tidak ada masalah Joki,” terangnya.
Secara pasti, lanjut Rofi’, seluruh anggota Panlok 55 telah berusaha keras menjaga keamanan dan stabilitas selama ujian berlangsung. Meski demikian, Rofi’ mengatakan tidak menutup kemungkinan apabila di daerah lain masih ada penemuan beberapa kasus Joki.
Seleksi menggunakan Computer Based Test (CBT) juga disinyalir sebagai penyebab berkurang bahkan menghilangnya Joki, dari seleksi penerimaan mahasiswa baru. Sebab, kerahasiaan soal jelas terjamin keamanannya, sehingga tidak memberi celah kepada Joki dalam membocorkan soal.
Oleh karena itu, Rofi’ berharap tahun depan, metode CBT semakin diperbesar dan diperbanyak jumlahnya. Tak hanya jumlah komputer, melainkan juga jumlah universitas pelaksana SBMPTN. Di beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya (UB) dan UM sudah menerapkan hal tersebut.
“Kami benar-benar merasakan manfaat CBT di SBMPTN, rencananya untuk UM saat ujian mandiri juga akan menggunakan CBT sama seperti tahun kemarin,” jelasnya. Kedepan, universitas lain diharapkan semakin berinovasi dengan menambah jumlah komputer dan server.
Ia menjelaskan banyak manfaat yang diperoleh dengan ujian menggunakan metode CBT. Selain melatih integritas mahasiswa baru, metode CBT juga menerapkan makna kompetisi sesungguhnya kepada calon mahasiswa baru. (nia/oci)