Talent Day, SMK Mutu Kembangkan Bakat Siswa


BUGAR: Senam massal SMK Mutu diikuti seluruh  pengurus yayasan, guru, karyawan dan siswa dan dipandu oleh instruktur senam professional. (Foto ist)

MALANG – Untuk kali pertama, SMK Muhammadiyah Tujuh (Mutu)   Gondanglegi Kabupaten Malang mengambil langkah berani. Yakni memberlakukan lima hari masuk sekolah atau lima hari proses belajar mengajar, Senin sampai Jumat. Sedangkan satu harinya yakni Sabtu diisi Talent Day.    
‘’Selama lima hari belajar itu, dipergunakan semaksimal mungkin. Sehingga, jam proses belajar mengajar mulai pagi hingga sore hari, sesuai dengan kurikulum. Sedangkan untuk hari Sabtu, dimanfaatkan untuk  mengembangkan bakat dan minat para siswa,’’ ujat H Pahri S.Ag MM, Kepala  SMK Mutu, kemarin.
Menurut Pahri, pemberlakukan lima hari proses belajar mengajar ini, diberlakukan untuk tahun ajaran baru 2016 - 2017. Sehingga semua siswa harus memanfaatkan satu hari yakni Sabtu untuk mengasah bakat dan kemampuan  siswa.
Unttuk ituk,  SMK Mutu bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Koni Kabupaten Malang, lembaga belajar, guna mengasah kemampuan siswa di bidang pelajaran. Seperti matematika, robotika, kewirausahaan, bengkel.  
 Sebelum melakukan aktivitas di hari sabtu, para siswa diwajibkan berolahraga lebih dulu. Guna menjaga dan memelihara  kesehatan siswa. Sedangkan setiap hari Sabtu di minggu bertama, yakni digelar senam massal yang diikuti seluruh  pengurus yayasan, guru, karyawan dan siswa. Dipandu oleh instruktur senam professional.
Yang menarik, kerjasama dengan Koni saat ini, yakni penjaringan bakat siswa di bidang olahraga. Mulai sepakbola, volley, tenis, serta olahraga lain. Bagi siswa yang memiliki bakat di situ, maka saat ini, SMK Mutu sudah memiliki klub sepakbola yang siap tanding persahabatan dengan SSB atau klub lain. ‘’Dari situ akan kelihatan siapa saja siswa yang memiliki talenta. Jika memang berprestasi, kami akan mendukung untuk menyalalurkan mereka ke tingkat professional,’’ imbuh Pahri.
Demikian juga dengan skil siswa dibidang pelajaran, mereka akan difokuskan pada satu bidang studi sesuai dengan kemampuan. Tujuannya mempersiapkan mereka untuk bertanding atau menyalurkan kemampuan mereka. Mulai Matematika, olimpiade, robotika dan sebagainya.
Bahkan, yang tak kalah menari, kemampuan wirausaha juga diberlakukan. Guna mencetak siswa menjadi interprenur yang handal dan menguasai di bidangnya. ‘’Setiap bulan, kami melakukan evaluasi. Mencari titik kelemahan dan kelebihan. Jika ada kekurangan di salah satu bidang, maka kami akan segera melakukan pembenahan,’’ paparnya. (fik/sir/bua)